Home News GBPH Prabukusumo Serahkan Kitab “Holy Bible”, Sebagai Wujud Persaudaraan

GBPH Prabukusumo Serahkan Kitab “Holy Bible”, Sebagai Wujud Persaudaraan

1194
0
GBPH. Prabukusumo, SPsi menyerahkan Alkitab kuno “Holy Bible” terbitan tahun 1877, Sabtu (3/10/2020), kepada umat Katolik DIY melalui Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo, Pr, di Gereja Kidul Loji, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — GBPH. Prabukusumo, SPsi putera Sri Sultan HB IX menyerahkan Alkitab kuno “Holy Bible” terbitan tahun 1877, Sabtu (3/10/2020), kepada umat Katolik DIY melalui Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo, Pr, di Gereja Kidul Loji, Yogyakarta. Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Bernasnews.com, bahwa Alkitab kuno berusia 143 tahun itu dibeli GBPH. Prabukusumo dari sebuah toko barang antik dan kemudian berinisiatif menyerahkan kepada umat Katolik.

GBPH. Prabukusumo, SPsi (kiri nomor 3) menyerahkan Alkitab kuno Holy Bible kepada Romo Adrianus Maradiyo, Pr, Sabtu (3/10/2020), di Gereja Kidul Loji, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

“Dicetak 1877 di Washington DC, USA, Holly Bible asli dan langka ini saya serahkan sebagai wujud persaudaraan, di mana Bapak (Sultan HB IX) pada saat menjabat Menhan (Menteri Pertahanan) RI tahun 1949 punya hubungan yang baik dengan umat Katolik, dengan keberadaan Uskup Militer di Jogja. Saat itu hanya ada 3 Uskup Militer,” ungkap Gusti Prabu sapaan akrab GBPH. Prabukusumo.

Dikatakan, saat  menemukan Holy Bible ini di sebuah Toko Barang Antik di Indonesia, dirinya langsung tergerak untuk membeli dan berkomunikasi dengan Rm Vikep mengecek keabsahannya. “Saya ingin serahkan pada umat Katolik Jogja untuk menambah khazanah pengetahuan dari literasi kuno,” jelas Gusti Prabu.

Acara penyerahan dipandu Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Rm Yohanes Dwi Harsanto Pr, juga  dihadiri Ketua Forum Persaudaraan  Umat Beragama (FPUB) KH Abdul Muhaimin, Sekretaris PMI DIY Arif Noor Hartanto, Dirut GL Zoo Joko Tirtono, Romo dan Suster, serta beberapa tokoh umat Katolik Jogja.

Romo Adrianus Maradiyo Pr menyambut dengan bahagia penyerahan Holly Bible berukuran besar, tebal sekitar 10 cm ini dengan 1000 halaman lebih. “Holy Bible ini asli Kitab Suci Katolik yang diakui, sangat lengkap dengan ilustrasi gambar-gambar yang indah dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dari Kitab Kejadian hingga Wahyu,” ungkapnya.

Ketua Forum Persaudaraan  Umat Beragama (FPUB) KH Abdul Muhaimin (kanan) ikut mengamati isi halaman Holy Bible. (Foto: Istimewa)

Romo Maradiyo mengaku kaget,  takjub dan bersyukur saat dihubungi Gusti Prabu yang dengan niat baik menyerahkan Holy Bible yang langka ini. “Dengan usia 143 tahun, Holy Bible ini kemungkinan akan menjadi koleksi Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan atau Gereja Katolik Kotabaru yang bisa menjadi inspirasi siapapun yang akan belajar kitab suci,” ujanya.

Menurut Romo Maradiyo, acara penyerahan Holy Bible dari GBPH Prabukusumo ini sejalan dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2016-2020, Membangun Gereja yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif demi terwujudnya Peradaban Kasih di Indonesia. “Gereja Katolik terbuka untuk semua yang berniat baik,” tegasnya.

Sementara KH Abdul Muhaimin merasakan hatinya bergetar dengan ketulusan Gusti Prabu menyerahkan koleksi langka Holy Bible. “Sebenarnya setiap agama memberi kontribusi kemanusiaan, kerukunan hidup antar umat beragama harus terus kita jaga,” tegasnya.

Penyerahan Alkitab kuno Holy Bible juga disaksikan oleh beberapa tokoh Katolik dan tamu. (Foto: istimewa)

Dalam kesempatan wawancara dengan media, Gusti Prabu mengatakan dalam bahasa Indonesia campur Jawa kromo, biasanipun walaupun kitab suci Tahun 1600an , tetep Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru kemawon. (biasanya walaupun kitab suci tahun 1600an, terbitan hanya Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru saja).  

The Holy Bible meniko isinipun saking sejarah The Holy Bible, ratusan foto-foto Lukisan Sejarah Gusti Yesus ugi Bunda Maria, 12 Rosul, Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru (The Holy Bible ini isinya dari sejarah The Holy Bible, ratusan foto-foto Lukisan Sejarah Gusti Yesus juga Bunda Maria, 12 Rosul. Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru). “Romo-romo yang hadir dan Suster, serta semua yang hadir belum pernah melihat. Kulo remen sanget manah kulo (Saya sangat bahagia sekali),” pungkas Gusti Prabu.

Sementara itu di tempat terpisah, Seno Pratomo mantan staf Gusti Prabu saat giat di sebuah partai menyampaikan apresiasi dan mengatakan, bahwa  GBPH Prabukusumo adalah seorang tokoh yang sangat membumi dan dekat dengan rakyat. “Saya ikut bangga karena beliau itu sangat paham tentang kehidupan masyarakat dan segala kebutuhan. Pun dalam berorganisasi disiplin dan tepat waktu,” ujar mantan Anggota DPRD Kota Yogyakarta Tahun 2014 dari Partai Demokrat itu. (ted/ lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here