Home News Gaya Hidup jadi Penyebab Utama Diabetes dan Hipertensi

Gaya Hidup jadi Penyebab Utama Diabetes dan Hipertensi

462
0
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PolKesYo Dr Iswanto (kiri), Assistant Professor of Biomedical and Pharmacentical Science dari College of Pharmacy URI Matt Bertin PhD (kedua dari kiri), Prof Kerri Ellis dari College of Nursing URI (tengah), Director of Education Partnership Asia URI Brook Ross (kedua dari kanan) dan Pinus Jumaryatno (kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan, Senin (7/1/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNESS.COM – Gaya hidup dan pola makan yang tidak teratur menjadi penyebab utama munculnya penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke dan penyakit jantung. Selain itu, kebiasaan merokok dan kurang istirahat maupun berolahraga juga ikut mempengaruhi munculnya penyakit tersebut.

Karena itu, perlu dilakukan edukasi terhadap masyarakat tentang bagaimana pola hidup sehat untuk mengurangi komplikasi akibat diabetes dan hipertensi serta mengenali gejala awal stroke dan pencegahannya. Pemberian edukasi mengenai pola hidup sehat dan preventif sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit tersebut.

Director of Education Partnership Asia URI Brook Ross (kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan, Senin (7/1/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Sama seperti di Indonesia, di Amerika penyakit diabetes, hipertensi dan stroke juga meningkat bahkan menyerang kaum muda. Hal ini terjadi karena gaya hidup dan pola makan yang tidak benar. Karena itu, kurangi makan daging dan lebih banyak makan sayur-mayur dan buah-buahan,” kata Brook Ross, Director of Education Partnership Asia University of Rhode Island (URI) USA, dalam jumpa pers di Kampus Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII, Senin (7/1/2020).

Menurut Brook Ross, upaya yang dilakukan pemerintah AS dalam mencegah dan mengatasi penyakit tersebut adalah dengan larangan merokok di tempat-tempat umum dan usia tertentu. Karena merokok sebagai salah satu penyeban terjadi hipertensi dan stroke. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk melakukan olahraga secara terartur, istirahat teratur dan mengurangi makan daging yang menyebabkan hipertensi/stroke.

“Hentikan kebiasaan merokok dengan cara batasi tempat merokok, seperti tidak boleh merokok di dalam gedung, rutin melakukan cek kesehatan, melakukan promosi diet yang sehat, kurangi makan daging, banyak makan sayur dan buah serta olahraga dan istirahat yang teratur,” kata Brook Ross dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Director of Education Partnership Asia URI Brook Ross (kanan) berkomunikasi dengan
Prof Kerri Ellis dari College of Nursing URI (kedua dari kanan) dan Assistant Professor of Biomedical and Pharmacentical Science dari College of Pharmacy URI Matt Bertin PhD (kedua dari kiri) dalam jumpa pers di Kampus Jurusan Farmasi UII, Senin (7/1/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Pengalaman-pengalaman itu akan coba ditularkan kepada masyatakat Indonesia melalui kerja sama di berbagai bidang, terutama di bidang kesehatan, baik dengan pemerintah Indonesia maupun dengan perguruan tinggi seperti dengan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII. Dalam kerja sama itu, dosen dan mahasiswa melakukan edukasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun lewat seminar-seminar dan penelitian.

Pada kesempatan itu, Matt Bertin PhD, Assistant Professor of Biomedical and Pharmacentical Science dari College of Pharmacy URI, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Jurusan Farmasi UII akan melakukan penelitian tentang bahan-bahan tradisional maupun biota laut yang bisa dijadikan obat untuk mencegah dan menyembuhkan diabetes, hipertensi dan kanker. Sebab, ia sangat tertarik dengan bahan-bahan tradisional Indonesia yang sangat kaya.

“Saya tertarik untuk melakukan penelitian tentang bahan alami atau tumbuhan obat di Indonesia yang bisa mencegah atau mengobati diabtes, stroke dan kanker. Selain tumbuhan obat, saya juga ingin meneliti biota laut untuk mengobati kanker bekerjasama dengan Jurusan Farmasi UII. Dengan penelitian itu, diharapkan dapat diketahui bagaimana peran obat trsdsional untuk mengoibati berbagai penyakit, terutama penyakit diabetes, hipertensi dan kanker,” kata Matt Bertin.

Sementara Dr Iswanto, Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PolKesYo mengatakan, gaya hidup menyebabkan terjadnya penyakit tidak menular meningkat, terutama diabetes, di kalangan anak muda. Karena itu, munculah Program Germas (Gerakan Masyarakat) untuk enyahkan rokok, mendorong diet sehat, istirahat yang cukup, pola hidup bersih dan sehat.

“Karena itu kita perlu melakukan edukasi kepada masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat dan pola makan yang sehat. Masyarakat juga perlu belajar tentang gejala dan penyebab penyakit serta berusaha mencegah dan mengobati serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan,” kata Iswanto. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here