Home News Gara-gara Klithih, Muncul Tagar #YogyaTidakAman

Gara-gara Klithih, Muncul Tagar #YogyaTidakAman

127
0
Tugu Jogja atau Tugu Pal Putih ikonnya Pariwisata Kota Yogyakarta. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM – Gara-gara kasus klithih, muncul tagar #YogyaTidakAman sepanjang hari Selasa 28 Desember 2021. Tagar #YogyaTidakAman tersebut menjadi trending topic atau bahan perbincngan warganet pemilik akun twitter.

Sampai Selasa 28 Desember 2021 pukul 22.25 WIB, tagar #YogyaTidakAman ditwit 9.716 warganet pemilik akun twitter. Kasus klithih atau kejahatan jalanan yang terus terjadi di Jogja ini kembali mendapat sorotan dan banyak diperbincangkan warganet menyusul terjadinya sejumlah kasus klithih di Jogja.

Menanggapi hal itu, GKR Hemas mengaku heran kenapa kasus tersebut cepat menjadi viral padahal kasus tersebut masih dalam batas wajar dn juga terjadi di daerah lain.

Dikutip Bernasnews.com dari sebuah sumber, GKR Hemas mengatakan bahwa ia sangat heran kasus-kasus yang terjadi di Jogja cepat jadi viral sehingga juga sangat cepat diketahui masyarakat umum. Padahal, menurut GKR Hemas, kasus tersebut masih dalam batas-batas wajar dan cepat ditangani polisi.

Sementara Fatra Yudha Pratama pemilik akun twitter @fatrajunet mengatakan bahwa Jogja baru aman kalau semua orang seperti Sevin (teman SMA, red), yang ketika kena klithih langsung mengejar pelaku dan motor pelaku ditendang. Setelah itu ia pulang dan tidur dengan luka bacok di tangan.Masalahnya, menurut Fatra Yudha, kita semua tidak sekuat Sevin.

Sementara pemilik akun twitter @BuruhYogyakarta mengatakan bahwa klithih merupakan masalah lama. Dan mereka yang duduk di tahta abadi pun sudah lama tahu. Sementara Jogja tidak kekurangan orang atau pikiran cerdas untuk menghentikan klitih. Tapi apa tindakan yang selama ini diambil? Promosi branding Jogja aman, nyaman, tidak ada masalah sama sekali?

Sugianto pemilik akun twitter @sugiant96289201 berharap agar kondusifkan dulu masalah keamanan di Jogja karena banyak kenangan di Jogya beberapa lama, tanpa ada rasa takut. Namun, mengapa sekarang menjadi mencekam, korbanya juga dari berbagai kalangan termasuk kaum terpelajar.

Karena itu, Sugianto meminta Kapolri agar segera turun tangan, karena banyak keluarganya yang tinggal, sekolah, bekerja di Jogya. “Ini teror seperti G30S PKI,” kata Sugianto.

(lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here