Home News Ganjar Pranowo Tak Toleran pada Kelompok Radikal, Denny Siregar: Keren

Ganjar Pranowo Tak Toleran pada Kelompok Radikal, Denny Siregar: Keren

68
0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : istimewa

BERNASNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara tegas mengatakan tidak ada toleransi terhadap kelompok radikal dan penolak Pancasila di negeri ini. Menanggapi hal itu, pegiat media sosil Denny Siregar berkomentar: keren pak.

Menurut Denny Siregar, sikap Ganjar Pranowo yang tidak toleran pada kelompok radikal itulah yang membuatnya mendukung dan berjuang bersama Ganjar Pranowo. ” Keren pak @ganjarpranowo..Paham kan, kenapa saya harus berjuang disampingnya,” komentar Denny Siregar menanggapi cuitan Ganjar Pranowo di akun twitternya @ganjarpranowo.

Di akun twitter yang diunggah pada 17 November 2021, Ganjar Pranowo mengatakan bhwa tidak ada toleransi pada kelompok radikal dan penolak Pancasila di negeri ini. Karena ketika dibiarkan, mereka akan menggurita. Karena itu, Ganjar Pranowo mengajak siapa pun untuk bersama-sama waspada dan bersama-sama menjaga Indonesia.

Tidak ada toleransi pada kelompok radikal dan penolak Pancasila di negeri ini. Karena ketika kita biarkan, mereka akan menggurita. Mari sama-sama waspada, mari sama-sama menjaga Indonesia,” cuit Ganjar Pranowo dikutip Bernasnews.com di akun twitter @ganjarpranowo.

Di akun yang sama, Ganjar Pranowo mengunggah video berjudul Toleransi Harga Mati. Dalam video Ganjar Pranowo mengatakan bahwa ketika ada kasus di Sragen dimana seorang siswa SMK mengibarkan bendera hitam di hadapannya, ia langsung kejar.

Bahkan terjadi di beberapa sekolah tidak mau menghormati bendera Merah Putih. Terhadap sekolah-sekolah tersebut dibina. Kalau tidak mau dibina maka sekolahnya ditutup. Sebab, bila dibiarkan akan semakin menggurita.

“Begitu terjadi kasus di Sragen anak SMK di bawah saya ngibarin bendera hitam tak kejar. Ya terjadi di beberapa sekolah tdak mau menghormati bendera seumpana gitu itu terjadi. Sekarang saya sampaikan dibina dong. Kalau tidak bisa kita ngobrol saja perlu gak sekolah itu ditutup? Karena argumentasi penolakan itu pokoknya gak boleh hormat bendera. Suka tau tidak suka hanya berada pada garis kamu di sana saya di sini. Kalau kita tidak berhadapan begitu semua serba toleran maka apa yang terjadi semakin gede. Maka setiap kali saya masuk ke dunia pendidikn, saya bapak ibu setiap kali kami mau melantik saya tanya dulu bapak ibu setuju gak dengan ini (khilafah, red), gak ideologi kita Pancasila ya,kita menghormati sesama yah. Kenapa ini kita lakukan? Karena kalau kita tidak tegas dan membiarkan maka mereka (kelompok radikal, red) akan semakin menggurita,” kata Ganjar Pranowo dalam video tersebut. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here