Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGanjar Dukung Aturan Ibadah di Candi Borobudur bagi Umat Buddha

Ganjar Dukung Aturan Ibadah di Candi Borobudur bagi Umat Buddha

bernasnews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya bakal mendukung aturan tentang beribadah di Candi Borobudur. Dalam hal ini, ia berdialog dengan Dirjen Bimas Buddha Kemenag dan mendengarkan poin yang disampaikan.

Salah satu pembahasannya seperti disampaikan Ganjar menyinggung soal momen dimana candi dikosongkan sementara saat digunakan untuk beribadah.

“Konsentrasi bicara kita tadi sampai ke Borobudurnya. Mereka juga punya ritual mengelilingi candi, seperti umat muslim itu tawaf. Boleh tidak kalau bisa waktu ibadah lokasi candi dikosongkan? Saya bilang boleh,” kata Ganjar pada Jumat (10/6/2022).

Ganjar pun menyampaikan agar ada penyesuaian khusus bagi mereka yang akan beribadah. Dalam keterangannya, ia ingin agar umat Buddha yang berniat untuk beribadah di Candi Borobudur tidak dipatok tarif alias gratis.

“Kalau menurut saya kalau mau ibadah ya jangan ditarifin, artinya free. Ini ruang yang kita berikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suryadharma, menyampaikan sejumlah poin penting pada gubernur Jawa Tengah. Poin pertama ialah pemanfaatan Candi Borobudur untuk event besar Swayamvara Tripitaka Gatha pada tahun 2023 mendatang. Nyoman berharap agar pengunjung tidak dibatasi sebanyak 1.200 orang tentunya dengan memperhatikan pengaturan yang baik selama kegiatan.

Kedua ia berharap agar saat perayaan hari raya di Candi Borobudur area tersebut benar-benar steril dan tak ada orang yang naik untuk menjaga kesakralan.

“Kedua, tadi menyampaikan kepada Gubernur ketika umat Buddha di Indonesia, mancanegara, atau dari mana pun melakukan puja bakti atau hari raya di Borobudur itu kami meminta agar tidak ada orang naik di struktur Candi Borobudur,” ungkapnya.

Poin ketiga, yang disampaikan adalah terkait pengangkatan guru agama Buddha dimana agar Pemda bisa memberikan formasi untuk guru agama Buddha yang perlu dipersiapkan. Pasalnya saat ini pengangkatan guru agama Buddha tidak lagi dilakukan oleh Kementerian Agama tetapi dari pemerintah daerah. (van)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments