Home Olahraga Fun Art Berbasis Permainan Tradisional, Tingkatkan Kebugaran Anak Tunanetra

Fun Art Berbasis Permainan Tradisional, Tingkatkan Kebugaran Anak Tunanetra

239
0
Cover buku saku panduan Peningkatan Kebugaran Jasmani Anak Tunanetra dengan metode Fun Art berbasis Permainan Tradisional Nusantara karya Mahsiswa UNY. (Foto: Repro)

BERNASNEWS.COM — Kondisi kebugaran jasmani anak-anak tunanetra di sekolah luar biasa cenderung rendah dan seringkali dikeluhkan oleh guru maupun kepala sekolah, meskipun upaya sudah dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan kebugaran dengan cara memberikan olahraga pada jam pelajarannya.

Olahraga yang dilakukan anak-anak tunanetra untuk meningkatkan kebuagaran jasmani dirasa kurang efektif karena terdapat beberapa kendala diantaranya yaitu, keterbatasan alat, keterbatasan ruang, dan terbatasnya pengetahuan guru. Sehingga kegiatan yang dilakukan kurang mengarah pada peningkatan kebugaran jasmani. Juga kegiatan kurang variatif dan cenderung membuat siswa cepat bosan.

Oleh sebab itu 5 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri dari, Andri Bangsawan prodi Ilmu Keolahragaan, Destiyani prodi Pendidikan Anak Usia Dini, Nur Afifah prodi Pendidikan Luar Biasa serta Yustia Pramesti dan Wulan Febrianingsih prodi Pendidikan IPA menggagas metode baru untuk meningkatkan kebugaran jasmani anak tunanetra.

Metode yang diciptakan adalah “Peningkatan Kebugaran Jasmani Anak Tunanetra dengan metode Fun Art berbasis Permainan Tradisional Nusantara”. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat tahun 2020.

5 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri dari, Andri Bangsawan prodi Ilmu Keolahragaan, Destiyani prodi Pendidikan Anak Usia Dini, Nur Afifah prodi Pendidikan Luar Biasa serta Yustia Pramesti dan Wulan Febrianingsih prodi Pendidikan IPA menggagas metode baru untuk meningkatkan kebugaran jasmani anak tunanetra. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Andri Bangsawan menjelaskan, awal munculnya ide itu karena rasa prihatin kepada siswa di sekolah luar biasa yang memiliki kebugaran jasmani yang kurang karena keterbatasan penglihatan. “Karena saya dari jurusan ilmu keolahragaan tercetuslah ide untuk melakukan terapi fisik terhadap siswa tunanetra tersebut,” jelas Andri.

Dikatakan Andri, lalu membentuk tim untuk menyusun program latihan terapi untuk meningkatkan kebugaran jasmani, dengan menyesuaikan dengan karakteristik anak tunanetra, dimana dalam keterbatasan mereka tetap bisa melakukan dengan maksimal. Nama programnya fun art, dengan mengadaptasi bentuk permainan tradisional dengan bentuk program latihan terapi fisik olahraga yang dibuat khusus untuk anak tunanetra.

Sementara Destiyani menambahkan, program pelatihan ini adalah program pelatihan dengan metode berbasis permainan tradisional nusantara yang disesuaikan dengan karakteristik anak-anak tunanetra. ”Pelatihan berbasis permainan tradisional dipilih untuk membudayakan kearifan lokal Indonesia melalui permainan,” ungkap mahasiswa prodi Pendidikan Anak Usia Dini itu.

Nur Afifah selaku mahasiswa prodi Pendidikan Luar Biasa melengkapi penjelasan tentang permainan yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran siswa tunanetra, yang diantaranya adalah Oray-orayan, Gebuk Banyu dan Terompa Panjang. “Oray-Orayan diadaptasi dari permainan tradisiona Jawa Barat dan Terompa Panjang dari Riau,” ungkapnya.

Sedangkan gebuk banyu, lanjut Nur Afifah, merupakan permainan yang biasa diselenggarakan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, yaitu memukul air dalam plastik yang digantungkan. Permainan tradisional oray-orayan merupakan aktivitas ritmik berjalan dan berlari dengan durasi 20-30 menit pada permainan ini menstimulasi kerja paru dan jantung untuk bekerja lebih keras.

Aktivitas aerobik seperti ini memacu peningkatan daya tahan paru dan jantung sampai pada tingkat 70-80 persen denyut nadi maksimal, sehingga kapasitas kardiorespirasi anak-anak tunanetra akan mengalami peningkatan.

Sementara pada permainan gebuk banyu anak-anak akan melakukan berbagai macam aktivitas seperti berjalan, jongkok, berlari, melompat dan memukul. “Komponen kebugaran jasmani yang menjadi sasaran pada permainan tradisional ini adalah kekuatan otot ekstremitas atas dan daya tahan kardio respirasi. Terompa panjang melatih kekuatan otot tungkai dan daya tahan kardio respirasi anak-anak.” Pungkas Nur. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here