Home News FPUB Membangun Narasi Positif tentang Yogyakarta

FPUB Membangun Narasi Positif tentang Yogyakarta

874
0
Orang-orang muda hadir dalam perayaan ulang tahun ke 23 FPUB di Aula Syantikara Yogyakarta, Rabu (26/2/2020) Foto: Anton Sumarjana

BERNASNEWS.COM – Ketika hujan terus turun pada Rabu (26/2/2020) sore hingga malam, sekitar 50 orang berkumpul. Kebenyakan mereka adalah remaja dan orang muda. Seolah tak memperhatikan hujan yang terus turun, orang-orang muda ini makin larut dalam suasana gembira.

Para remaja dan orang-orang muda itu tengah merayakan ulang tahun ke 23 Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Yogyakarta. Mereka berkumpul di Aula Syantikara Yogyakarta. Agenda perayaan berupa bhakti sosial yang diadakan siang hari. Pada malam hari diadakan Pameran Lintas Iman (PALI) yang menampilkan pernik-pernik ritual dari berbagai agama dan iman kepercayaan, diskusi dan pentas seni. Salah satu kelompok yang tampil menghibur adalah Ensenbel musik dari SMP Mangunan.      

Para siswa SMP Mangunan Sorogenen, mempersembahkan ensemble music dalam perayaan ulang tahun ke 23 FPUB, di Aula Syantikara Yogyakarta, Rabu (26/2/2020). Mereka mempersembahkan beberapa lagu, di antaranya Bento dan Yogyakarta. Foto : Anton Sumarjana

Tema perayaan ulang tahun FPUB Yogyakarta yang ke 23 ini adalah Bersyukur atas Perbedaan. Agenda hari Rabu itu berlanjut Kamis (27/2/2020) ini dengan kegiatan berupa doa lintas iman, talkshow tentang pendidikan dengan tema Pendidikan Kebangsaan di Tengah Arus Radikalisme Ekstrim yang menghadirkan narasumber DR Zuli Qodir, Anis Farikhatin MPd dan Romo DR CB Mulyatno Pr. Puncak perayaan ulang tahun ke-23 FPUB Yogyakarta juga ditandai dengan prosesi tumpeng ultah, dilanjutkan doa lintas iman dan sarasehan.

Semakin Relevan

FPUB Yogyakarta dideklarasikan di kantor Interfedei di daerah Banteng Baru pada 1997 oleh para tokoh bangsa seperti Gus Dur, Romo Mangun, Th Sumartana dan Ibu Gedong Oka. Saat itu Indonesia tengah dilanda krisis. Selain krisis ekonomi, juga krisis kepercayaan antara elemen masyarakat. Para penggagas FPUB berkehendak menciptakan kedamaian dalam kehidupan masyarakat yang beragam.

Romo DR CB Mulyatno Pr, Ketua Panitia Ulang Tahun ke 23 FPUB. Foto: Anton Sumarjana

Duduk dalam Kepengurusan FPUB adalah tokoh-tokoh lintas iman, antara lain KH Abdul Muhaimin (Muslim), Romo Yosep Suyatno Hadiatmaja Pr (Katolik), Pendeta Bambang Subagyo (Kristen Protestan), I Wayan Sumerta (Hindu), Bhiksu Sri Pannavaro Mahathera (Buddha), Haksu Tjhie Tjay Ing (Khonghuchu), Baroto Hartono (Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Mahaesa), Y. Suwaldji (Lintas Budaya), Soedjonoworo (Elemen Sosial Kemasyarakatan Kwarasan), dan Timotius Apriyanto (Sekjen).          

Setelah berusia 23 tahun, apakah keberadaan FPUB Yogyakarta masih relevan dengan perkembangan situasi kehidupan masyarakat Yogyakarta? Pertanyaan ini dijawab oleh Ketua Panitia Perayaan Ulang Tahun ke 23 FPUB Romo DR CB Mulyatno Pr.

Menurut Romo Mulyatno, keberadaan FPUB justru semakin relevan. Teolog dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini mengatakan, relevansi FPUB semakin hari semakin kuat. Kondisi masyarakat Yogyakarta yang dulu harmonis, akhir-akhir ini dicederai oleh berbagai kepentingan politis dan antargolongan. “FPUB menjadi kekuatan moral untuk melihat keberagaman. FPUB membangun narasi yang lebih positif kepada orang-orang muda,” tutur Rm Mulyatno. 

Momentum perayaan ulang tahun ke 23 ini, FPUB menggerakkan orang-orang muda. Mereka adalah generasi baru dalam FPUB yang akan terus menghembuskan ruh FPUB sebagai wadah para penggiat lintas iman dalam menciptakan kehidupan yang damai di masyarakat yang beragam dan berbeda-beda ini.

“Kami membidik orang-orang muda, supaya mereka bisa srawung dan saling mengenal lagi. Media sosial tidak dapat menggantikan perjumpaan pribadi. Rasa sebagai satu saudara dan keluarga sebagai satu anak bangsa,” tegas Rm Mulyatno.  

Perayaan ulang tahun ini melibatkan orang-orang muda dari berbagai unsur lintas iman. Ada orang-orang muda dari Srikandi Lintasiman (Srili), Ahmadiyah, Relawan Grigak, dan Kelompok Studi Filsafat UIN.

Ke depan, Rm Mulyatno melihat pentingnya merevitalisasi peranan FPUB. Ia menyadari regenerasi di FPUB berjalan lambat. “Kami menyadari dalam perjumpaan kemarin, agak lambat FPUB memberi peran kepada orang muda karena ketokohan orang-orang dalam FPUB sendiri menenggelamkan peranan orang muda,” ujar Rm Mulyatno. (Anton Sumarjana, Penulis lepas, tinggal di Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here