Home News FORTAIS Gelar Umbul Dongo Merajut Indonesia

FORTAIS Gelar Umbul Dongo Merajut Indonesia

528
0
Para santri dan anak yatim peserta acara Umbul Dongo, Selasa (10/9/2019), menuliskan doa harapan yang diikiat pada balon udara dan kemudian dilepaskan terbang ke udara. (Foto: istimewa)

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka peringatan hari Asyuro, 10 Muharram 1441 H dan Lebaran Anak Yatim, Forum Golek Garwo Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Sewon, Bantul bekerjasama dengan TPQ AL-Furqon Kembangputihan, Guwosari, Pajangan, Bantul, Selasa (10/9/2019), menggelar acara Umbul Dongo Merajut Indonesia (Panjatkan Doa untuk Merajut Indonesia), dengan tema Pendidikan Berkesadaran Generasi Bangsa, di Komplek TPQ Al-Furqon Kembangputihan, Guwosari, Pajangan, Bantul, DIY.

RM. Ryan Budi Nuryanto, SE selaku Ketua Panitia, melalui rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, menjelaskan bahwa kegiatan diselenggarakan dalam rangka nguri-nguri (melestarikan) tradisi Islam Jawa yang sudah turun temurun dilaksanakan, yang saat ini mulai luntur dan ditinggalkan generasi muda. Sesuai dengan tema ada 23 yatim dan 80 santri yang mendapatkan bingkisan alat tulis.

“Khusus anak yatim mendapatkan, liontin, sepasang ayam kampung dan jam tangan, dengan harapan dapat lebih bermanfaat ke depannya. Sebelumnya telah dilakukan parenting untuk anak yatim dan orang tuanya agar mempunyai kesiapan dalam menyongsong masa depan,” terang Ryan.

Acara diawali dengan ritual doa  bersama berupa pembacaan Al-Fatihah, Asm’aul Husna, dan Sholawat Nabi dan doa Asyuro, dilanjutkan pemotongan Tumpeng dan Jenang Suro yang diberikan kepada anak yatim oleh RM. Ryan Budi Nuryanto, SE selaku Ketua Golek Garwo Fortais bersama pengasuh TPQ Al-Furqon Gus Zusron Sya’roni, S.I.P.

“Kami gelar ritual doa bersama dengan anak yatim dan santri untuk Indonesia lebih maju sejahtera. juga disisipkan doa untuk warga Papua. Dan biasanya doa mereka anak yatim dan santri lebih manjur,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan santri, serta santunan untuk orang tua oleh para donatur. Dan acara ditutup dengan anak yatim dan para santri menuliskan cita-cita dan permohonan kedamaian, keutuhan NKRI yang dikaitkan pada balon warna-warni yang kemudian dilepas ke udara sebagai simbol doanya sampai ke langit dengan harapan dikabulkan dalam rangka merajut Indonesia dengan momentum peringatan Asyuro ini.

Tampak keceriaan ratusan anak yang hadir didampingi orang tua bermain odong-odong sambil menikmati angkringan khas Yogyakarta, serta permainan memancing ikan sebagai wujud kemeriahan Lebarannya Anak Yatim sekaligus wahana edukasi. Acara ini selain peserta, juga dihadiri oleh Dukuh, pengurus RT se Kembangputihan, para ustad ustadzah, dan segenap donatur. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here