Home News FKPPI Sleman Temui Putera Bungsu Panglima Besar Jenderal Soedirman

FKPPI Sleman Temui Putera Bungsu Panglima Besar Jenderal Soedirman

90
0
Putera bungsu Panglima Besar Jenderal Soedirman, Teguh Soedirman, saat sharing sejarah kehidupan serta perjuangan Jenderal Soedirman kepada anggota FKPPI Sleman, Sabtu (14/11/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – FKPPI Sleman beranjangsana dan bersilaturahmi ke kediaman Teguh Soedirman, putera bungsu Panglima Besar Jenderal Soedirman (almarhum), Sabtu (14/11/2020). Kegiatan ini merupakan acara penutup dari serangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan 2020.

Danang Probotanoyo S.Si, Ketua FKPPI Sleman, mengatakan, sebagai organisasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri, FKPPI Sleman memang seyogianya mengetahui sejarah TNI. Dan kunjungan ke putera Bapak TNI sekaligus Panglima TNI pertama di Indonesia tersebut sangat tepat karena Teguh Soedirman mengetahui sejarah hudup dan jejak perjuangan ayahandanya dengan sangat baik dan mendetail.

Jajaran pengurus FKPPI Sleman foto bersama dengan Teguh Soedirman, Sabtu (14/11/2020). Foto : Istimewa

Meski telah ditinggal wafat ayahandanya sejak balita, namun menurut Danang, masa kanak-kanak Teguh Soedirman hingga dewasa terbilang paling sering mendampingi Bu Dirman dalam berbagai kesempatan. Ibarat semua informasi A-1 yang dimiliki Bu Dirman tentang Jenderal Soedirman direkam dengan baik oleh Teguh Soedirman, mulai dari cerita sewaktu Pak Dirman lahir, masa kecil, remaja, dewasa hingga menjadi Panglima semua diketahui dengan baik, termasuk jejak perjuangan Pak Dirman. Dari tujuh putera-puteri Jenderal Soedirman, yang masih hidup tinggal tiga orang.

Dalam sharing soal Jenderal Soedirman, menurut Danang, ada sedikit keluhan dari Teguh Soedirman soal banyaknya kekeliruan orang dalam menulis biografi Jenderal Soedirman. Biasanya seputar kota kelahiran, tanggal kelahiran dan nama orangtua kandung Jenderal Soedirman.

Penyerahan Vandel dari Ketua FKPPI Sleman Danang Probotanoyo S.Si (kiri) kepada Teguh Soedirman, Sabtu (14/11/2020). Foto : Istimewa

Dikatakan, romantika jejak perjuangan Jenderal Soedirman tidak semulus yang dibayangkan. Selaku Panglima Besar Tentara, adakalanya sang Jenderal terlibat perselisihan pendapat dengan Presiden Soekarno selaku atasannya. Sempat juga Sang Panglima akan mengundurkan diri, namun urung terjadi berkat campur tangan komunikasi antara Bu Dirman dan Ibu Fatmawati.

Selain itu, menurut Danang, ada cerita mistis saat Jenderal Soedirman bergerilya ditemui seorang Kyai dan diberi senjata pusaka Cudrik yang terbukti ampuh mendatangkan hujan lebat serta cuaca gelap saat Jenderal Soedirman dan pasukan sudah terkepung Belanda, sehingga mampu meloloskan diri.

Sisi religius Jenderal Soedirman tercermin dari sikapnya untuk selalu terjaga dalam kondisi tetap berwudhu meski dalam perjalanan gerilya. Dalam perjalanan selalu membawa kendi penuh air untuk berwudhu dan melakukan shalat sunah.

Teguh juga bercerita bahwa dia satu-satunya putera Jenderal Soedirman yang terlahir di dalam Beteng Kraton Yogyakarta. “Waktu Bapak gerilya, Ibu dan kami anak-anaknya diminta Sultan HB IX untuk berlindung di dalam Kraton, di Puri Wedari. Ari-ari saya ditanam di dalam Kraton juga,” papar Teguh mengenang kelahirannya.

Selaku anggota Dewan Penasehat FKPPI Sleman, Teguh Soedirman berpesan yang mana pesan tersebut dulunya juga dipegang teguh oleh Jenderal Soedirman. “Pentingnya para bawahan untuk tunduk dan patuh kepada atasan. Demikian pula sebaliknya atasan juga harus memberi teladan yang baik. Nrimo ing pandum dan Mawas diri itu juga yang dulu diteladankan Jenderal Soedirman,” kata Teguh seperti dikutip Danang.

Anjangsana dan silaturahmi diakhiri dengan penyerahan vandel dari Ketua FKPPI Sleman untuk Teguh Soedirman serta foto bersama. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here