Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeHiburanFilm ‘Kinah dan Redjo’ MSV Studio, Terinspirasi Kisah Muda Juru Kunci Merapi...

Film ‘Kinah dan Redjo’ MSV Studio, Terinspirasi Kisah Muda Juru Kunci Merapi Lejen Mbah Marijan

bernasnews.com — Terinspirasi dari kisah masa muda juru kunci legendaris Gunung Merapi Mbah Maridjan (Almarhum), MSV Studio bekerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta menggarap film layar lebar yang berjudul ‘Kinah dan Redjo’. Film biopik ini mengisahkan tentang kisah cinta Mbah Marijan muda dengan Mbah Ponirah sang istri, film yang diadaptasi dalam bentuk film layar lebar direncanakan akan tayang di bioskop akhir tahun ini.

“Demi mencapai hasil yang maksimal, Tim Produksi Film ‘Kinah & Redjo’ melakukan riset yang mendalam. Skrip Film Kinah & Redjo dibangun melalui riset situasi di masa ketika Mbah Maridjan masih muda. Juga didasarkan wawancara terhadap putra beliau yang juga Juru kunci Merapi saat ini, Mas Bekel Anom Suraksosihono atau akrab dipanggil Pak Asih,” terang Direktur Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas Amikom Erik Hadi Saputra, melalui pesan elektronika, Sabtu (4/6/2022).

Sutradara dan Penulis Film ‘Kinah dan Redjo’ Prof M. Suyanto dan Hernandes Saranela, didampingi dengan para pemeran utama film tersebut, Annisa Hertami (Kinah) dan Aksara Dena (Redjo), berkunjung ke kediaman pak Asih, Selasa (31/5/2022). “Kunjungan itu untuk meminta restu, sekaligus juga meminta kesediaan beliau (Pak Asih) untuk menjadi penasihat dalam proses pembuatan film tersebut,” terang Erik.

Dalam produksi film ini, lanjut Erik, Pak Asih sendiri didapuk sebagai narasumber utama dalam film ini. Sebab Pak Asih sejak dini sudah sangat paham, tidak hanya tentang kisah hidup Mbah Marijan dan Mbah Ponirah namun juga situasi, kondisi, dan budaya yang berlangsung di masa tersebut.

“Testimoni dari Pak Asih ini juga sejalan dengan keinginan Prof. Suyanto sebagai penulis naskah film tersebut, yang ingin film tersebut erat dengan nilai-nilai budaya Jawa yang kental dan penuh makna,” beber Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom itu.

Sementara Prof. Suyanto mengungkapkan, bahwa produksi film ini dibuat sarat makna agar generasi sekarang bisa mengenang dan meneladani nilai-nilai kehidupan yang dipegang teguh oleh Almarhum Mbah Marijan.

“Dari sisi artistik, masukan dari pak Asih juga akan menambah otentifikasi dari lokasi shooting yang diset sedemikian rupa agar sesuai dengan kondisi waktu ketika Mbah Maridjan masih muda. Baik dari sisi makanan, bangunan ataupun kebiasaan dan budaya yang ada di zaman itu,” papar Prof. Suyanto, yang juga Rektor Universitas Amikom Yogyakarta.

Selain berkunjung ke kediaman Pak Asih, Prof. Suyanto dan Tim Produksi ‘Kinah dan Redjo’ juga melakukan survai lapangan di berbagai lokasi shooting film. Proses shooting atau pengambilan gambar sendiri rencana akan berlangsung selama 16 hari, pada pertengahan bulan Juni 2022.

Tim Produksi berasal dari kolaborasi sineas profesional, seniman Jogja, dan juga mahasiswa-mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta. Selain itu, ikut terlibat juga beberapa orang siswa yang berasal dari SMK Mitra Universitas Amikom Yogyakarta. Antara lain, SMK Prestasi Prima Jakarta, SMK BPI Bandung, dan SMK Daarut Tauhid Bandung.

Menurut Kaprodi Ilmu Komunikasi Erik Hadi Saputra, keterlibatan mahasiswa dalam film ini memberikan penguatan dan pengalaman berharga bagi mahasiswa tentang bagaimana industri film yang sesungguhnya.

“Nantinya, berbekal pengalaman tersebut, mahasiswa bisa semakin mengembangkan potensinya untuk berkarir lebih jauh dalam industri film profesional. Kami menargetkan tiap semester ada satu film layar lebar sebagai karya inspiratif dari Universitas Amikom Yogyakarta,” imbuhnya. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments