Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsFGD Sejarah Kampung Langenastran: Menuju Kampung Budaya Wisata

FGD Sejarah Kampung Langenastran: Menuju Kampung Budaya Wisata

bernasnews.com — Kelurahan Panembahan, Kemantresan Kraton, Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Kampung Langenastran menyelenggarakan focused group discussion (FGD) denganm topik ‘Kampung Langenastran Menuju Kampung Budaya Wisata’.

Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan pada akhir minggu yang lalu, Sabtu 19 Maret 2022, di Pendopo Mandiraloka Kelurahan Panembahan, Jalan Langenastran Lor, Kota Yogyakarta. Selaku narasumber Heru Wahyu Kiswoyo selaku Pengamat Budaya dan Dosen UWM dan Sunu Rahardjo selaku Ketua Kam;pung Langensgtran. Moderator Ardi, Pengurus Njogo Kampung Langenstran.

Acara tersebut dibuka dengan sambutan pengarahan oleh Lurah Panembahan RM Mjurti Buntoro. “Kelurahan Panembahan akan mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan yang bertujuan untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat,” jelas RM Murti Buntoro.

Menurut dia, kegiatan-kegiatan yang terkait dengan seni, budaya dan wisata sebaiknya dimulai dari inisiatif masyarakat (bottom up). “Jika demikian maka kegiatan-kegiatan tersebjut akan dapat berkesinambungan dan langgeng,” kata RM Murti Buntoro.

Sementara Heru Wahyu Kiswoyo selaku naras umber menegaskan, bahwa potensi Kampung Langenastran untuk tumbuh dan  berkembang sebagai kampung budaya wisata sangat luar biasa. “Potensi tersebut dapat dilihat dari bangunan cagar budaya dan kegiatan seni budaya yang sudah  berjalan selama ini,” ungkap Heru.

Dikatakan, beberapa bangunan cagar budaya termaksud antara lain Plengkung Gading, Benteng Baljuwarti, Pojok Beteng Timur Selatan, Margoyuwono Ndalem Madukusuman dan sebagainya.

“Bangunan cagar budaya tersebut dapat dikemas sebagai paket wisata budaya yang menarik bagi wisatawan mancanegara  dan paket wisata edukasi bhdaya bagi wisatawan domestik,” tegas Heru Wahyu Kiswoyo.

Ketua Kampung Langenastran Sunu Raharjo menjelaskan, bahwa Kampung Langenastran juga mempunyai beberapa kegiatan yang mendukung kegiatan kampung budaya. “Beberapa kegiatan termaksud antara lain Jemparingan, Kerawitan, Tari Tradisional, Bergodo dan kegiatan seni budaya lainnya,” terang dia.

Di samping itu, lanjut Sunu, potensi menuju Kampung Budaya Wisata juga didukung oleh beberapa komunitas seperti Komunitas Shibori, Komunitas Jemparingan, Komunitas Paparasi, Komunitas Panembagan Semanak, Komunitas Njogo Kampung dan sebagainya.

“Potensi Budaya Kampung Langenastran dapat dikemas  besama potensi kampung lain di Panembahan dan bahkan di sekitar wilayah Kraton,” harap Y. Sri Susilo selaku Ketua Paokdarwis ‘Panembahan Gumregah’ dan salah satu penggerak Kampung Budaya Lamgenastran.

“Seluruh potensi yang ada baik budaya, seni dan potensi yang lain sebaiknya dioptimalkan dalam wadah Kampung Wisata (Kawita),” tegas Y. Sri Susilo.

Momentum terbentuknya pokdarwis di Kelurahan Panembahan, sebaiknya ditindaklanjuti dengan Kawita di Kampung :Langenastran. “Juga kampung-kampung lainnya seperti Kampung Gamelan, Kampung Suryoputran, Kampung Panembahan  dan Kampung Mangunnegaran,” pungkasnya. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments