Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiFGD Kajian Substitusi Impor, Bupati Sleman Berharap Hasilnya Menjadi Road Map yang...

FGD Kajian Substitusi Impor, Bupati Sleman Berharap Hasilnya Menjadi Road Map yang Jelas

bernasnews.com – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Substitusi Impor Kabupaten Sleman, di Pringsewu Resto, Rabu (15/6/2022). Acara dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Bupati Sleman Kustini mengungkapkan, substitusi impor ke bahan baku atau bahan penolong lokal tidak hanya dapat berperan dalam memastikan produksi tetap dapat berjalan lancar, namun juga dapat memberi dampak menyeluruh bagi penyelesaian permasalahan lainnya.

Hal ini, menurut Kustini, dinilai menjadi potensi besar bagi Kabupaten Sleman, sehingga dapat terus dikembangkan untuk menghasilkan dampak baik bagi masyarakat. “”Karena begitu strategisnya program ini, maka saya berharap hasil rekomendasi dari kajian ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk peta jalan atau road map yang jelas,” terang dia.

Dikatakan Kustini, peta jalan inilah yang nantinya akan menjadi acuan bagi perangkat daerah dalam menjadi acuan implimentasi program dan kegiatan yang mendukung pengembangan produk subtitusi impor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih saat menyampaikan paparan dalam FGD. (Foto: Istimewa)

Substitusi impor ke bahan baku di Kabupaten Sleman merupakan program strategis dalam upaya memastikan aktivitas produksi dapat berjalan tanpa tergantung pada bahan baku dan bahan penolong impor. Juga peluang bagi perkembangan usaha sektor produksi dan sektor pertanian, melalui ketersediaan bahan baku atau bahan penolong sebagai rantai pasok di industri pengolahan.

Dengan melibatkan Tim Tenaga  Ahli dari Direktorat Penelitian UGM serta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemda DIY, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih berharap diskusi tersebut dapat melahirkan rekomendasi substitusi bahan baku impor ke bahan lokal, sehingga mata rantai produksi berjalan dengan lancar.

“Hasil dari pertemuan hari ini diharap bisa mendapatkan rekomendasi substitusi bahan baku impor ke bahan lokal. Sehingga, mata rantai produksi tidak terganggu, terutama apabila jalur impor mengalami kendala,” beber Mae Rusmi Suryaningsih.

“Seperti halnya karena peperangan atau kasus Covid-19 yang kita alami sejak dua tahun terakhir.  Dengan begitu proses produksi pun akan terus berjalan,” imbuhnya. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments