Home Seni Budaya Festival Musik Tembi Digelar secara Daring pada 26-31 Oktober 2020

Festival Musik Tembi Digelar secara Daring pada 26-31 Oktober 2020

406
0
Poster Festival Musik Tembi 2020. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Festival Musik Tembi (FMT) 2020 akan digelar pada 26-31 Oktober 2020. Festival yang digelar secara daring dengan mengusung tema Kembul Tumandhang tahun ini dititikberatkan pada proses kreatif bekerja secara bersama-sama dan menggali isu lokal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Yopei Edho, Ketua Fombi, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, mengatakan, program FMT tahun ini adalah Musik Tradisi Baru (MTB) yang setiap tahun berproses menggali kekayaan Nusantara melalui elemen musik tradisi Indonesia untuk mencari kemungkinan-kemungkinan musik tradisi baru di Indonesia.

Kemudian, Program Panggung Terbuka Daring disediakan untuk musisi (individu, kelompok musik) tanpa sekat genre. Dan tahun ini FMT menghadirkan kelompok musik Jatiraga dari Yogyakarta, Bottlesmoker dari Bandung dan Lair dari Jatiwangi. Program lain yang bisa disaksikan adalah Studio Visit Performance yang akan menghadirkan kelompok musik Anteng Kitiran, Bincang Musik, Bedah Karya dan Bincang Karya MTB 2020 bersama dengan Pengamat Musik yaitu Rizaldi Siagian, Franz Sartono dan Erie Setiawan.

Menurut Yopei Edho, pesatnya perkembangan teknologi membawa dampak yang sangat signifikan pada proses kreasi dan penciptaan musik. Saat ini, setiap orang dapat dengan mudah memproduksi dan mengakses karya-karya musik tanpa harus keluar dari ruang fisiknya.

Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 sejak awal tahun 2020 sangat berpengaruh terhadap kegiatan seni budaya, khususnya seni pertunjukan musik, termasuk Festival Musik Tembi (FMT) yang hadir sejak tahun 2011 ikut mengalami berbagai penyesuaian.

Tahun 2020 ini FMT yang rutin diselenggarakan oleh Forum Musik Tembi (Fombi) di Tembi Rumah Budaya akan bermigrasi dalam bentuk virtual atau daring. Setiap tahun FMT hadir sebagai laboratorium untuk menggali kekayaan bunyi nusantara serta ruang dialog untuk mencari kemungkinan-kemungkinan musik tradisi
baru di Indonesia.

“FMT juga konsisten menyediakan ruang kreasi bagi komposer dan musisi muda untuk menciptakan dan mempertunjukkan karya musik tanpa sekat genre. Kembul Tumandang menjadi tema yang akan diusung oleh FMT 2020 setelah sempat rehat tahun 2019. Sesuai dengan tujuan awal diselenggarakannya FMT, konsep dan
program pada festival tahun ini dititikberatkan pada proses kreatif, bekerja secara bersama-sama dan penggalian isu lokal,” kata Yopei Edho. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here