Home Politik Ferdinand Hutahaean: MK dan MA Sudah Memutuskan TWK Sah

Ferdinand Hutahaean: MK dan MA Sudah Memutuskan TWK Sah

76
0
Ferdinand Hutahaean. Foto: Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean yang juga mantan kader Partai Demokrat mengatakan bahwa Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung merupakan dua lembaga paling tinggi yang berhak mengadili perkara hukum di negeri ini.

Dan kedua lembaga tersebut telah memutuskan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) adalah sah sehingga menolak uji materi TWK yang diajukan Novel Baswedan dan kawan-kawan yang diberhentikan dengan hormat dari KPK karena tidak lulus TWK.

Namun, menurut Ferdinand Hutahaean, Novel dan kawan-kawan ingin agar Presiden Jokowi mengaku bahwa TWK bermasalah. “Ini sama saja menjebak dan menjerumuskan Jokowi,” cuit Ferdinand Hutahaean dikutip Bernasnews.com di akun Twtter @FerdinandHaewan3 yang diunggah pada Sabtu, 2 Oktober 2021 pukul 13.00 WIB.

Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, 2 lembaga paling tinggi yg berhak mengadili perkara hukum di negeri ini telah memutuskan TWK sah dan menolak uji materi TWK. Tapi Novel dkk ingin agar Pres @jokowi MENGAKUI BAHWA TWK BERMASALAH. Ini sama sj menjebak dan menjerumuskan JKW..!,” demikian cuitan lengkap Ferdinand Hutahaean di akun twitternya.

Dengan demikian, lanjut Ferdinand Hutahaean dalam cuitannya, ia semakin mengerti sejauhmna nalar Novel dkk memaknai hukum dan aturan. Sebab, MK sudah menyatakan TWK sesuai konstitusi, masa Presiden disuruh mengakui TWK bermasalah.

Saya semakin mengerti sejauh mana nalar Novel dkk ini memaknai hukum dan aturan. Mahkamah Konstitusi sdh menyatakan TWK sah sesuai Konstitusi, masa Pres @jokowi disuruh mengakui TWK bermasalah? Jgn pikir JKW bodoh dan bisa kau jebak serta jerumuskan..!” cuit Ferdinand Hutahaean.

Menanggapi cuitan Ferdinand, salah seorang followernya, Poltak Tambara di akun twitter @TambaraPoltak berkomentar, “sepatutnya Presiden tidak menerima Eks pegawai kpk yg tidak lulus TWK karena sudah selesai mela lui proses hukum sebagai mana mestinya.”

Sementara Yus di akun twitter @IKadarrusman berkomentr, “orang beriman pasti sabar dan menerima yg namanya takdir, takdir adalah sesuatu yg telah terjadi, oleh karena itu yg namanya memaksakan kehendak mutlak bertentangan dengan ajaran agama.” (lip)

Sumber: Twitter @FerdinandHaean3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here