Home News Fashion Show Etnik Lokal di HUT ke-4 Hartono Mall di Yogyakarta

Fashion Show Etnik Lokal di HUT ke-4 Hartono Mall di Yogyakarta

958
0
(Ki-ka) Chairman IFC, Phillip Iswardono; General Manager Hartono Mall Yogyakarta Dian Widyanti; Afif Syakur, Project Director Indonesia Fashion Chamber (IFC), saat jumpa pers, Selasa (12/11/2019). (Foto: Ayu)

BERNASNEWS.COM – Dalam kepercayaan Tiongkok, Jepang, dan Korea, angka empat (4) sering diangap pembawa kesialan. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa angka empat membawa keberuntungan.

General Manager Hartono Mall Yogyakarta, Dian Widyanti, mengatakan bahwa ada kejutan di tahun keempat Hartono Mall di Yogyakarta ini.

“Kita buka dengan acara pada 19 November 2019 lewat undian Sparkling Mall Prize yang hadiah utamanya berupa mobil. Selain itu, pengundian ini juga akan dimeriahkan dengan jewellery fashion show. Nantinya juga ada penampilan dari penyanyi kenamaan di Indonesia, yaitu Virzha,” ujar Dian di Press Conference Sparkling Anniforthsary di Corner Stone Hartono Mall Yogyakarta, Selasa (12/11/2019).

Selain itu, lanjut Dian, acara Sparkling Anniforthsary juga dimeriahkan oleh pagelaran Jogja Fashion Week pada tanggal 20-23 November 2019.

“Kita mendapat kehormatan bahwa kita bisa menggelar Jogja Fashion Week di tempat kita. Selain itu kita juga akan meluncurkan tampilan baru dari member card kita. Sementara itu nantinya juga ada kejutan lainnya di puncak acara pada tanggal 25 November 2019,” lanjut Dian.

Afif Syakur, Project Director Indonesia Fashion Chamber (IFC), Afif Syakur mengatakan bahwa yang ditonjolkan dari Jogja Fashion Week adalah busana-busana yang menunjukkan etnik lokal.

“Etnik lokal yang kita tonjolkam adalah etnik lokal bertaraf internasional. Tidak harus etnik lokal tidak apa-apa, tapi berciri khas Indonesia. Jadi materialnya sudah tidak harus menggunakan kain batik. Kalau ada batik wujudnya tidak seperti batik pada umumnya, begitu juga dengan Tenun,” ujar desainer sekaligus pemilik Afif’s Batik ini.

Menurut Afif, Jogja Fashion Week harus mengeluarkan sesuatu yang baru dan spektakuler dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sementara Chairman IFC, Phillip Iswardono mengatakan bahwa selain etnik lokal, Jogja Fashion Week kali ini akan mengangkat konsep sustainable fashion yang mulai trend di dunia mode.

“Sustainable fashion ini sering dikampanyekan di seluruh dunia dari berbagai aspek. Tetapi sustainable fashion ini menjadi titik penting apakah bahan-bahan sustainable fashion ini ramah lingkungan, lifestyle, teknologi, dan lain sebagainya yang menjadi titik penting dari sustainable fashion,” ujar Phillip.

Puncak acara dari perayaan Sparkling Annifourthsary akan berakhir pada tanggal 25 November 2019. Puncak acara itu akan dimeriahkan dengan menampilkan perkusi, dancer, jewellery fashion show, dan penampilan dari penyanyi kenamaan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here