Home News Empat Kecamatan di Sleman Masuk Zona Merah Epidemiologi Covid-19

Empat Kecamatan di Sleman Masuk Zona Merah Epidemiologi Covid-19

985
0
Peta epidemiologi Covid-19 di Kabupaten Sleman sejak 4 Oktober 2020. Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman

BERNASNEWS.COM – Sejak 4 Oktober 2020, 4 kecamatan di Kabupen Sleman masuk zona merah epidemiologi Covid-19 yang berarti resiko penularan yang tinggi. Keempat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Depok, Mlati, Ngaglik dan Gamping. Sementara Kecamatan Kalasan yang sebelumnya masuk zona merah kini keluar dari zona merah dan masuk zona oranye yang berarti tingkat resiko penularan sedang.

Menurut dr Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman seperti dikutip Kabag Humas Pemkab Sleman Dra Shavitri Nurmala Dewi MA, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Rabu (7/10/2020), dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman, 4 kecamatan masuk zona merah atau tingkat resiko penularan yang tinggi, 11 kecamatan masuk zona oranye (tingkat resiko penularan sedang) yakni Kecamatan Moyudan, Minggir, Godean, Seyegan, Tempel, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Kalasan dan Berbah. Sementara 2 kecamatan masuk zona kuning atau tingkat resiko penularan rendah yakni Kecamatan Sleman dan Turi. Dengan demikian, tidak satu pun kecamatan di Sleman yang masuk zona hijau atau tanpa resiko penularan.

(Baca juga : Kalasan Masuk Zona Merah Covid-19)

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada Rabu (7/10/2020), menurut Evi yang mengutip data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, ada tambahan 20 kasus positif di DIY sehingga sampai saat ini total kasus positif covid 19 di DIY menjadi 2.853 kasus.

Distribusi tambahan kasus positif berdasarkan wilayah adalah Kota Yogyakarta 5 kasus, Kabupaten Bantul 3 kasus, Kabupaten Kulon Progo 4 kasus, Kabupaten Gunung Kidul 5 kasus dan Kabupaten Sleman 3 kasus. Sedangkan distribusi kasus berdasarkan riwayat adalah tracing kontak kasus ada 6 kasus, pelaku perjalanan: 6 kasus dan masih dalam penelusuran 8 kasus.

Sementara jumlah kasus sembuh pad Rabu (7/10/2020) bertambah 20 kasus sehingga total kasus sembuh sampai saat ini sebanyak 2.183 kasus. Distribusi kasus sembuh tersebut berdasarkan domisili adalah Kota Yogyakarta 4 kasus, Kabupaten Bantul 7 kasus, Kabupaten Kulon Progo 3 kasus, Kabupaten Gunung Kidul 2 kasus dan Kabupaten Sleman ada tambahan 4 kasus sembuh.

Sementara jumlah sampel yang diperiksa pada 7 Oktober 2020 ada 308 dengan jumlah 287 orang yang diperiksa sehingga sampai saat ini total sampel yang diperiksa 75.948 dengan total orang yang diperiksa 61.730 orang. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here