Home News Dukung Program Kedaulatan Pangan, Kemen PUPR Bangun Bendungan Jragung di Semarang

Dukung Program Kedaulatan Pangan, Kemen PUPR Bangun Bendungan Jragung di Semarang

34
0
Pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang yang ditargetkan selesai akhir 2023. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Pidekso di Wonogiri, Jawa Tengah 28 Desember 2021 dan Bendungan Randugunting di Blora, Jawa Tengah yang selesai dibangun Desember 2021 dan segera diresmikan oleh Presiden Jokowi, kini Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang yang ditargetkan selesai akhir 2023.

Pembangunan Bendungan Pidekso, Bendungan Randugunting dan Bendungan Jragung di Jawa Tengah oleh Kementerian PUPR ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung program kedaulatan pangan dan ketahanan air di Jawa Tengah bahkan di Indonesia.
Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 90 juta m3 dan luas genangan 503,1 ha yang akan menyuplai air bagi 4.528 ha daerah irigasi di Kabupaten Semarang.

“Bendungan Jragung juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 1 m3/detik untuk menyuplai wilayah Semarang, Demak dan Grobogan,” tulis Kementerian PUPR di akun twitter resminya, Selasa 11 Januari 2022.

Selain itu Bendungan Jragung akan mereduksi banjir sebesar 45 persen, berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro dengan kapasitas 1.400 KW dan pengembangan destinasi wisata air serta argowisata.

Sebelumnya, Kementerian PUPR menyebutkan bahwa Bendungan Randugunting di Blora, Jawa Tengah telah rampung pada Desember 2021 atau lebih cepat 10 bulan dari target atau jadwal pengerjaan dalam kontrak pada November 2022 dan siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kita tahu bahwa Blora ini rawan air atau langka air, termasuk Rembang pasti bendungan ini bisa dimanfaatkan untuk air baku 200 liter/detik dan irigasi 630 hektare dan utamanya untuk wisata,” tutur Menteri Basuki saat meninjau progres pembangunan Bendungan Randugunting, Minggu (2/1/2022) lalu.

Menurut Menteri PUPR, selain penyediaan air baku dan irigasi, Bendungan Randugunting dengan luas genangan 187,19 hektar juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 75 persen atau sebesar 81,42 m3/detik dengan luas areal banjir 4.603,60 hektar menjadi 2.284,6 hektare.

“Bendungan dengan kapasitas tampung 14,43 juta m3 ini juga berpotensi memiliki manfaat sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan sistem solar panel (solar cell) untuk pilot project operasional bendungan,” kata Menteri PUPR. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here