Home News Dukung Kampung Wisata, Pemkot Yogyakarta Siap Bentuk Pokdarwis Kelurahan

Dukung Kampung Wisata, Pemkot Yogyakarta Siap Bentuk Pokdarwis Kelurahan

77
0
Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka mendukung keberadaan kampung wisata, memaksimalkan potensi dan sinergi antar wilayah, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat kelurahan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Pokdarwis di Hotel Tara, Rabu (15/9/2021), mengungkapkan, bahwa konsep Pokdarwis saat ini berbasis kelurahan. Pihaknya akan mencoba merealisasikan pembentukan Pokdarwis di 45 kelurahan se Kota Yogyakarta dalam sisa waktu tahun 2021 ini.

“Pembentukan Pokdarwis tingkat kelurahan itu mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DIY nomor 40 tahun 2020 tentang Pokdarwis dan desa atau kampung wisata,” ujar Wahyu, seperti dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dikatakan, sesuai pergub itu maka keberadaan kampung wisata perlu didukung dengan pembentukan Pokdarwis yang berkedudukan di kelurahan. Oleh sebab itu perlu penyesuaian karena selama ini di Kota Yogyakarta memiliki 17 kampung wisata dan 14 Pokdarwis berbasis kemantren.

“Selama ini di Kota Yogya Pokdarwis yang dibentuk berbasis kemantren. Karena itu perlu segera dibentuk Pokdarwis di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Teknisnya kami akan mengajukan 45 Pokdarwis kelurahan di Kota Yogyakarta untuk mendapatkan pengesahan dari gubernur,” ungkap Wahyu.

Pembentukan Pokdarwis tingkat kelurahan itu, menurut Wahyu, juga untuk mendukung penyempurnaan administrasi kampung atau desa wisata. Pembentukan Pokdarwis kelurahan harus dapat dilaksanakan untuk mendukung program tahun 2022, yaitu pengembangan infrastruktur berbasis pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui pengembangan kapasitas ini kami harap kelurahan bisa memahami pergub dan melaksanakan fungsinya untuk pembentukan Pokdarwis di tingkat kelurahan sesuai aturan,” imbuhnya.

Lanjut Wahyu, potensi unggulan dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta cukup beragam diantaranya destinasi wisata, produk kuliner, produk kria dan atraksi budaya. Seperti, kampung wisata Rejowinangun yang memiliki potensi atraksi budaya yang dikelola menjadi pertunjukan rutin saat wisatawan datang, salah satunya tarian.

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Pokdarwis di tingkat kelurahan menjadi media untuk memaksimalkan potensi- potensi di wilayah dan mensinergikan antar wilayah. Pokdarwis di kelurahan diharapkan bisa mengembangkan potensi dan sinergi Gandeng Gendong dengan potensi wilayah di kelurahan lain.

“Untuk itu kelurahan menyusun master plan potensi wilayah. Master plan yang disusun kelurahan bersama masyarakat adalah potret untuk pengembangan potensi mana yang harus digandengkan dan digendongkan. Karena kalau sendiri kekuatan tidak ada. Dengan bergandengan menjadi kekuatan baru yakni branding kawasan,” terang Heroe.

Dengan pembentukan Pokdarwis, tegas Heroe Poerwadi, bukan berati semua kelurahan menjadi destinasi wisata, namun disesuaikan dengan potensi yang ada dan disinergikan dengan destinasi wisata. “Ada beberapa wilayah memiliki potensi destinasi wisata. Tapi ada juga yang hanya potensi kerajinan, sehingga bisa digandengkan dengan kampung wisata di wilayah sekitar,” tandasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here