Home News Dubes RI untuk Vatikan : Wartawan Harus Dorong Persatuan untuk Atasi Covid-19

Dubes RI untuk Vatikan : Wartawan Harus Dorong Persatuan untuk Atasi Covid-19

319
0
Duta Besar (Dubes) RI untuk Takhta Suci Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Foto : kiriman Putut Prabantoro

BERNASNEWS.COM – Duta Besar (Dubes) RI untuk Takhta Suci Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung mengatakan, dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi cobaan yang sangat berat, yakni pandemi Covid-19 yang memukul seluruhsendi kehidupan.

Karena itu, semua pihak yang dimotori wartawan tanpa terkecuali, harus bersatu mencurahkan perhatian, tenaga dan pikiran untuk dapat mengatasi pandemi dan dampaknya di segala bidang. Perpecahan hanya akan semakin memperlemah sehingga semakin sulit kita menghadapi bahaya dan serangan pandemi.

Hal itu disampaikan Duta Besar (Dubes) RI untuk Takhta Suci Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung dalam sambutan pada acara Buka Tahun Bersama PWKI (Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia) dari Roma, Sabtu (23/1/2021). Acara yang bertema Mempererat Ikatan NKRI di Tengah Pandemi ini diikuti oleh sekitar 250 anggota PWKI secara live streaming di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Saya menyambut baik tema acara kali ini sangat tepat karena memang sangat diperlukan persatuan dan kesatuan di tengah cobaan yang berat kali ini,” kata Laurentius Amrih Jinangkung dalam acara yang juga diikuti secara virtual oleh lewat zoom wartawan Bernasnews.com Philipus Jehamun.

Menurut Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan, perpecahan hanya akan semakin memperlemah kita dari dalam, sehingga semakin sulit menghadapi bahaya dan serangan pandemi dari luar. Amrih meyakini, dengan memupuk persatuan dan mempererat ikatan akan semakin memperkuat kita menghadapi cobaan apapun, termasuk pandemi Covid-19.

Ia menambahkan bahwa setiap warga negara bisa memberikan kontribusi masing-masing melalui cara mereka sendiri-sendiri untuk semakin mempererat ikatan NKRI. “Wartawan adalah profesi istimewa yang memiliki peran dan kontribusi yang justru penting untuk mempererat ikatan NKRI di tengah pandemi ini,” kata Amrih.

Karena itu,Amrih mengharapkan para wartawan agar dalam tulisan-tulisan dan narasinya dapat menyebarkan energi positif. Warta yang ditulis secara profesional dan bertanggungjawab akan memberikan kesejukan di tengah masyarakat.Penanganan Covid-19 di Indonesia, isu vaksin dan lain-lain, menurut Amrih yang dikutip Koordinator Acara Putut Prabantoro, memberikan gambaran betapa perlunya menyebarkan energi positif ke tengah-tengah masyarakat.

“Memang banyak fakta yang membuat sedih terkait Covid-19, misalnya jumlah penderita dan korban yang meninggal. Tetapi banyak pula fakta-fakta positif, bahkan sangat positif yang terjadi,” katanya.

Namun demikian, menurut Amrih, kalau kita baca terutama di media sosial, kita bisa lihat betapa mudah dan cepatnya orang-orang membuat judgement negatif. Dan hal negatif ini yang lebih banyak berseliweran, membuat gaduh, masyarakat bingung dan cepat menguras energi kita semua.

Menurut Dubes Amrih, jargon para wartawan, biasanya bad news is good news. Dalam hal ini, ada tantangan terhadap nurani dan profesionalisme para wartawan untuk men-define, menilai how bad is bad, how good is good.

“Sesuatu itu apakah bad atau good, biasanya relatif. Bahkan kadang perlu pembanding untuk menentukan sesuatu baik atau tidak. Perlu parameter jelas dan obyektif untuk menentukan sesuatu jelek atau baik,” kata Amrih.

Menurut Amrih, terlepas apakah baik atau buruk, selama itu masih berita faktual maka lebih bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi kalau sudah judgement, ceritanya akan menjadi lain. Dan ini yang lebih sering kita lihat berseliweran di media sosial, misalnya dalam kasus vaksin.

Terkait vaksin Covid-19, Dubes menyampaikan beberapa hal. Pertama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac “halal dan suci”. Kedua, Vatikan juga sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 morally acceptable, dapat diterima secara moral.

Dan ketiga, banyak tokoh dunia maupun nasional, termasuk para pemimpin pemerintahan seperti Presiden Jokowi, Presiden AS Joe Biden, tokoh agama seperti Paus Fransiskus dan Paus Emeritus Benediktus dan lain-lain sudah memberi contoh dengan melakukan vaksinasi.

Menurut Dubes Amrih, banyak pihak termasuk Gereja juga menegaskan bahwa vaksinasi merupakan bentuk tanggungjawab. “Mengikuti vaksinasi berarti melindungi keselamatan keluarga dan sesama di sekitar kita,” tuturnya.

Pada akhir sambutannya, Dubes Amrih Jinangkung mengimbau semua saja untuk menyikapi berbagai upaya yang sedang dilakukan pemerintah, tidak saja di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, secara dewasa dan bertanggungjawab. “Akan lebih baik apabila setiap diri kita menjadi bagian dari upaya mencari solusi, bukan sebaliknya,” katanya.

Misa Konselebrasi dan Terima Kasihku Kepadamu

Menurut Putut Prabantoro, acara Buka Tahun Bersama sudah menjadi tradisi tahunan PWKI. Tahun ini Buka Tahun Bersama yang digelar untuk kali ke-16 juga diawali dengan Misa Syukur.

Misa Syukur dipimpin RP Markus Solo Kewuta SVD, sebagai konselebrans utama, didampingi RP Agustinus Purnomo MSF (Superior General Kongregasi MSF), dan RP Paulus Laurentius Pitoy MSC (Assistant Superior General Kongregasi MSC) dan ketiga konselebran itu berasal dari Indonesia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Buka Tahun Baru Bersama PWKI juga memberikan Anugerah “TERIMA KASIHKU KEPADAMU” untuk Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wanita inspiratif Anne Avantie, yang berprofesi sebagai perancang busana. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here