Home News Dr Ir H Wahyu Purwanto MSIE : Agrowisata Gunungkunir Gunungkidul segera Terwujud

Dr Ir H Wahyu Purwanto MSIE : Agrowisata Gunungkunir Gunungkidul segera Terwujud

1786
0
Wahyu Purwanto (kanan) saat meninjau kebun buah, rencana area Agrowisata di Gunungkunir, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM — Agrowisata di Dusun Gunungkunir, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera terwujud. Wisata kebun buah yang dilengkapi dengan rest area ini akan menjadi objek wisata baru di Gunungkidul.

“Untuk mengatasi persoalan air, kami segera membangun sumur bor di dekat telaga,” ujar Dr Ir H Wahyu Purwanto MSIE, mantan Rektor Universitas Gunung Kidul (UGK), yang terus peduli dengan pembangunan di Gunungkidul, Senin (5/8/2019).

Agrowisata Kebun Insinyur di Dusun Gunungkunir ini dikembangkan dari lahan seluas 2.500 m2 milik Supramono, seorang petani warga Desa Candirejo. Lahan yang semula tandus itu kini ditanami tanaman buah klengkeng dan durian. “Sekarang pohon klengkengnya sudah ada 161 batang dan pohon durian 10 batang. Beberapa pohon klengkeng sudah berbuah,” ungkap Pak Wahyu, panggilan akrab Wahyu Purwanto.

Menurut Pak Wahyu, pembuahannya dibantu oleh para insinyur dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada Mei 2019, Tim Kebun Insinyur merangsang pembuahan dengan hormon. Tiga bulan kemudian ada sejumlah pohon klengkeng yang berbunga. Diharapkan beberapa bulan ke depan klengkeng sudah berbuah dan bisa dipanen.

Pembina Kebun Insinyur Wahyu Purwanto (kiri) saat memberi penjelasan tentang Agrowisata Gunungkunir Gunungkidul yang segera terwujud kepada ibu-ibu Dusun Gunungkunir beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

Awalnya, Dusun Gunungkulir adalah dusun yang sulit air dan marjinal sehingga masyarakat awam menilai sangat mustahil kalau pohon buah bisa tumbuh produktif. “Semangat masyarakat desa dan dukungan para ahli, membuat hal yang dinilai tidak mungkin menjadi mungkin, membuat impian jadi kenyataan,” tegas Pak Wahyu yang juga Pembina Lembaga Kebun Insinyur (alumni FTP UGM ’80).

Dengan aplikasi teknologi pertanian, mulai dari rekayasa media tanam, rekayasa reproduksi, dan perawatan intensif, sampai dengan teknologi pembuahan di luar musim (penghormonan), ternyata Gunungkulir bisa menjadi sentra buah. Selanjutnya Gunungkulir dijadikan objek agrowisata buah yang dilengkapi dengan telaga, rest area hingga usaha olahan hasil pertanian. Warga desa, khususnya para ibu rumah tangga, menyambut baik upaya Pak Wahyu dan relasinya untuk membantu menyejahterakan masyarakat Gunungkidul.

Komunitas Kebun Insinyur berkomitmen untuk terus ikut meningkatkan kesejahteraan khususnya masyarakat Gunungkulir dan umumnya warga Gunungkidul, jika masyarakat juga menunjukkan greget untuk maju dan ingin sejahtera hidupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here