Home News DPRD Kota Yogyakarta Gelar Reses, Rifki Listianto: Dilakukan dengan Format Berbeda

DPRD Kota Yogyakarta Gelar Reses, Rifki Listianto: Dilakukan dengan Format Berbeda

291
0
Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Dapil Satu, Rifki Listianto melaksanakan reses di daerah pemilihan (dapil) antara lain di Kemantren Mergangsan, Kemantren Kraton dan Kemantren Mantrijeron. (Foto: Kiriman Rifki)

BERNASNEWS.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta menggelar Masa Reses, Tanggal 3 – 8 Juni 2021. Semua Anggota DPRD mempunyai kewajiban turun ke daerah pemilihannya (dapil) masing-masing. Maksud dan tujuan reses salah satunya adalah penjaringan aspirasi masyarakat di dapil masing-masing, dengan mendapatkan masukan dan usulan tentang pembangunan khususnya wilayah dapil dan Kota Yogyakarta pada umumnya.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Yogyakarta Rifki Listianto, SSi kepada Bernasnews.com menjelaskan, reses kali ini dilakukan dengan format berbeda dibanding reses sebelum masa pandemi Covid-19 karena acara ini mengumpulkan masa dengan potensi penularan yang akan menimbulkan klaster. Maka reses dilakukan dengan pembagian waktu, persesi setiap titik reses dibagi menjadi 2-3 sesi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Dapil Satu, Rifki Listianto saat menyampaikan sambutan dalam giat reses di salah satu titik daerah pemilihannya. (Foto: Kiriman Rifki)

“Kita sangat konsen terhadap protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sehingga prinsip 5M selalu diterapkan dalam kegiatan ini mengingat reses harus tetap berjalan, sementara kita harus menekan angka penularan Covid yang terjadi,” ungkap Rifki yang juga selaku Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Rabu (9/6/2021).

Sebagai Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Dapil Satu, Rifki Listianto melaksanakan reses selain di daerah pemilihannya antara lain di Kemantren Mergangsan, Kemantren Kraton dan Kemantren Mantrijeron. Juga di beberapa tempat lain di tiga kemantren tersebut.

“Banyak masukan dan usulan yang di peroleh dari warga Dapil Satu, baik berupa usulan fisik dan non fisik. Sebagian besar mempertanyakan atau mengharapkan penangan wabah Covid ini dilakukan semaksimal mungkin oleh Pemkot dan DPRD Kota Yogyakarta sehingga beban berat yang dirasakan warga akibat dampak pandemi bisa sedikit berkurang,” ujar Ketua PTMSI Kota Yogyakarta itu.

Suasana giat penjariangan aspirasi warga oleh Anggota DPRD Kota Yogyakarta Rifki Listianto dalam acara reses. (Foto: Kiriman Rifki)

Dikatakan, pelatihan dan stimulan dana untuk kelangsungan kegiatan UMKM sangat diharapkan, terutama di wilayah kemantren Kraton ada beberapa yang mengusulkan agar Pemkot untuk tetap dan selalu mensuport kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang dikelola oleh warga, anatar lain kegiatan Padang Bulan.

Pembangunan kewilayahan tetep menjadi masukan yang paling banyak, antara lain penyempurnaan Saluran Air Limbah (SAL) yang banyak menjadi masalah di wilayah Kelurahan Mantrijeron. Renovasi dan pembangunan sarana prasarana (sarpras) di kewilayahan juga banyak disampaikan oleh warga, ada beberapa usulan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sebagianya.

“Semua usulan usulan dari kegiatan reses ini akan kita dokumentasikan sebagai berkas Pokok-pokok Pikiran (POKIR) DPRD Kota Yogyakarta yang akan diserahkan ke Pemkot Yogyakarta sebagai dasar usulan penyusuan kegiatan atau program pada APBD Tahun 2022,” pungkas Rifki. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here