Home News DPRD DIY Dukung Pengadaan Jaringan Internet di Tempat Wisata

DPRD DIY Dukung Pengadaan Jaringan Internet di Tempat Wisata

100
0
Anggota Komisi A DPRD DIY Retno Sudiyanti. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Sejumlah destinasi wisata di Jogja telah diizinkan buka kembali seiring dengan penurunan laju kasus Covid-19. Sejumlah tempat wisata tadi telah dipersiapkan termasuk dengan aplikasi PeduliLindungi, jaringan sinyal di tempat wisata tersebut dan integrasi aplikasi.

Anggota Komisi A DPRD DIY, Retno Sudiyanti memahami salah satu kendala yang dihadapi di lapangan saat ini berkaitan dengan jaringan internet yang belum menjangkau keseluruhan. Padahal sejumlah tempat wisata tersebut diminta menggunakan akses PeduliLindungi atau aplikasi serupa yang terkait untuk masuk.

“Kami sebagai mitra kerjanya Kominfo dalam rapat kerja kemarin, sudah mendorong bahkan memberi masukan untuk menyegerakan penambahan jaringan internet di tempat-tempat wisata apalagi dengan integrasi apliaksi PeduliLindungi untuk masuk, hal ini menjadi salah satu yang pokok,” kata Retno saat dihubungi pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Ia memaparkan dari pihak DPRD DIY mendorong adanya anggaran khusus untuk mempersiapkan pengadaan jaringan itu dengan harapan nantinya saat wisatawan berdatangan, mereka tidak akan kesulitan dan terkendala masalah jaringan saat akan masuk ke tempat wisata dan melakukan check-in via PeduliLindungi.

Disamping memperluas jaringan internet di tempat wisata, pihaknya juga mendorong agar sejumlah pihak melakukan sosialisasi dan mempersiapkan SDM yang berhadapan lansgung dengan wisatawan. Dalam hal ini, keberadaan mereka dibutuhkan untuk mendampingi mereka yang masih belum paham mengenai aturan dan penggunaan aplikasi pemantauan wisatawan.

“Masyarakat yang datang kan tidak semuanya paham akan teknologi, terutama soal pengoperasian PeduliLindungi, sehingga dibutuhkan pendampingan pada masyarakatnya masuk ke daerah wisata atau masuk ke mall, pasar, supermarket. Sehingga semuanya bergerak seiring berjalan artinya SDM itu harus kita persiapkan,” imbuhnya.

SDM yang perlu diberikan edukasi untuk melakukan sosialisasi di tempat wisata diharapkan mencakup berbagai pihak dari agen, biro, ticketing, hingga pemandu di tempat wisata diharapkan memiliki bekal akan pemanfaatan teknologi dalam hal ini mendampingi masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi amupun apliaksi lainnya yang nantinya akan diberlakukan.

“Kita harus menyiapkan SDMnya, lalu cara mensosialisasikan kepada wisatawan, karena itu (apliaksi) nanti semua akan dipakai di tempat wisata dengan maksud untuk memastikan pengunjung apakah sudah mencukupi kapasitas atau belum,” papar Retno.

Sementara itu, selain menggunakan PeduliLindungi, Yogyakarta juga direncanakan akan mengembangkan aplikasi yang terintegrasi. Aplikasi itu digunakan untuk memantau situasi seperti kapasitas wisatawan dan rekap.

Harapannya sosialisasi dilakukan bertahap agar jangan sampai pelaku wisatawan tidak paham sehingga ketika berhadapan dengan wisatawan akan kebingungan ketika harus menggunakan aplikasi yang menjadi syarat wajib masuk objek wisata.

“Harapannya, jika nanti ada wisatawan hadir, pemandu wisata maupun pelaku-pelaku wisata yang lain itu sudah melek teknologi, sudah tahu apa yang harus dilakukan. Sehingga masyarakat yang hadir di Jogja ini dan menikmati pariwisata itu tidak merasa ‘ah males karena ribet banget’. Jadi semua akan memberi rasa aman dan nyaman kepada wisatawan,” pungkasnya. (Feva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here