Home Pendidikan Dosen Teknik Kimia UAD Latih Warga Sewon Membuat Handsanitizer

Dosen Teknik Kimia UAD Latih Warga Sewon Membuat Handsanitizer

234
0
Pelatihan pembuatan handsanitizer di Padukuhan Semail, Bangunharjo, Sewon, Bantul, awal Maret 2021. Foto : kiriman Adi Prabowo

BERNASNEWS.COM – dosen Prodi Teknik Kimia UAD Dr Zahrul Mufrodi memberi pelatihan kepada warga Sewon membuat handsanitizer sebagai bagian dari kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Karena berlangsung dalam situasi pandemi Covid-19, program pengabdian saat ini lebih difokuskan padau upaya membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan akibat virus corona, termasuk membuat handsanitizer 

Dalam program pengabdian tersebut, Dr Zahrul Mufrodi membantu masyarakat membuat handsanitizer secara mandiri dengan harapan agar handsanitizer tersebut bisa digunakan sendiri ataupun dijual sehingga bisa menambah penghasilan keluarga. Dalam pengabdian ini dia mengusung program pengabdian dengan judul Meningkatkan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 dengan Memproduksi Handsanitizer secara Mandiri di Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Menurut Zahrul program ini dilaksanakan secara blended learning yakni sebagian dilaksanakan secara online (daring) dan sebagian lagi secara tatap muka atau (luring) dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan. Program ini diawali dengan penjelasan secara online tentang pentingnya pelaksanakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan handsanitizer atau sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitasi dan interaksi sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Khusus untuk mencuci tangan, dikenalkan bagaimana cara membuat handsanitizer yang benar. Bahan-bahan yang diperlukan adalah ethanol 96 persen, H2O2, gliserin 98 persen dan aquades,” kata Zahrul kepada wartawan, Minggu (14/3/2021).

Zahrul mengatakan, pengabdian yang dilakukan pada Selasa (2/3/2021) diawali dengan pelatihan secara online dengan menjelaskan tentang bahan-bahan yang diperlukan dan bagaimana cara pembuatannya. Di samping itu, masyarakat juga diminta untuk menyaksikan video berjudul  Demonstrasi Edukasi Hand Sanitizer di Era New Reality” yang telah disiapkan untuk membantu masyarakat dalam memahami cara pembuatan handsanitizer.

“Setelah dilakukan pelatihan secara online, kemudian dibantu adik-adik mahasiswa dilakukan pelatihan pembuatan handsanitizer secara langsung kepada perwakilan warga dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Zahrul.

Diharapkan perwakilan warga dapat membuat handsanitizer secara mandiri dan kemudia bisa mengajarkannya kepada warga yang lainnya. Dikatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif dan positif. “Dampak negatif telah kita rasakan bersama,  sedangkan dampak positifnya yaitu mengajarkan pola hidup yang lebih bersih.  Dengan senantiasa menjaga kebersihan maka kita semua bisa terhindar dari virus ini,” ungkap Zahrul.

Untuk memastikan kegiatan ini berhasil dengan baik, Zahrul Mufrodi melibatkan beberapa mahasiswa UAD melakukan pendampingan sekaligus memberikan edukasi terkait bagaimana cara melindungi diri dari serangan virus corona sekaligus memutus rantai penyebarannya.

“Saya berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menyediakan handsanitizer baik untuk diri sendiri atau bisa dijual sebagai peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” ungkap Zahrul Mufrodi. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here