Home Pendidikan Dosen Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif dalam Penyusunan PPM

Dosen Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif dalam Penyusunan PPM

86
0
Webinar bertajuk ‘Strategi Meraih Hibah PKM Kemenristek BRIN’ yang digelar UWM secara daring, Kamis (19/8/2021). Foto: Hasil Tangkapan Layar

BERNASNEWS.COM — Banyak permasalahan dan fenomena sosial yang sangat menarik, khususnya di era pandemi ini untuk diangkat menjadi ide-ide dan gagasan riset yang kreatif dan inovatif. Ide-ide dan gagasan tersebut dapat dikembangkan dan diimplementasikan dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Universitas Widya Mataram (UWM) Dr. Jumadi, MM dalam acara webinar yang bertajuk ‘Strategi Meraih Hibah PKM Kemenristek BRIN’ yang digelar  secara daring, Kamis (19/8/2021). Dalam webinar tersebut menghadirkan nara sumber Dr. Hermayawati, SPd, MPd, Dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Dr. Oktiva Anggraini, SIP, MSi, Dosen Administrasi Publik Fisipol UWM.

“Program Pengabdian Masyarakat (PPM) merupakan salah satu tugas Tri Darma dosen setiap semesternya. Di sisi lain, dana Hibah Kemenristek BRIN memberi peluang untuk para dosen mewujudkan program-programnya. Karena sifatnya kompetitif maka pengusulan proposalnya harus dikerjakan dengan serius,” ungkap Jumadi.

Senada dengan hal itu, Hermayawati mengatakan, kesungguhan dosen menyusun proposal dapat dilihat dari kecermatan dalam mematuhi panduan penulisan proposal. Juga pemenuhan syarat-syarat baik administrasi maupun program skim yang dituju. Tiap skim berbeda tujuan dan persyaratannya.

“Peneliti dan pengabdi harus mematuhi rambu-rambu pedoman ini agar disetujui dan didanai oleh Kemenristek BRIN,” papar dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang telah sering kali memenangkan Hibah Kemenristek BRIN sekaligus reviewer berbagai jurnal terindex Scopus itu.

Dikatakan, bahwa sebelum menyusun proposal, dosen dituntut jeli melihat isu yang berkembang dan kebutuhan mitra komunitas yang didampingi. “Problem masyarakat itu banyak dan ada di sekitar kita,” ujar Hermayawati.

Sementara itu, Oktiva Anggraini sebagai pembicara kedua dalam webinar tersebut membahas strategi menuangkan hasil laporan pengabdian ke dalam jurnal. “Jurnal saat ini tidak hanya untuk pemenuhan kepentingan pribadi dosen berkarir dan menunjang keberhasilannya meraih dana atau kerjasama di bidang riset,” katanya.

Menurut Oktiva, lebih luas lagi, ide-ide yang tertuang di jurnal dapat bermanfaat dalam  mengembangkan iptek sekaligus dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pemerintah. “Sementara dalam proses belajar mengajar, hasil program-program pengabdian pada masyarakat dapat menjadi masukan dan dituangkan dalam monograf selain jurnal,” bebernya.

Oleh karena itu, seiring dengan upaya pemerintah mencanangkan produktifitas dosen, Oktiva mengajak agar para dosen lebih produktif lagi. Utamanya, dalam memecahkan persoalan-persoalan sekitarnya melalui riset dan pengabdian pada masyarakat.

Jurnal sebagai salah satu jembatan yang ideal untuk menyampaikan hasil pengabdian tersebut kepada publik. ”Selain bentuk pertanggungjawaban ilmiah, usahakan tulisan  kita dapat menginspirasi yang lain dan menaruh perhatian pada isu yang diketengahkan,” imbuh Oktiva. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here