Home Pendidikan Dosen Arsitektur FST Kado Buku pada Dies Natalis ke-39 UWM

Dosen Arsitektur FST Kado Buku pada Dies Natalis ke-39 UWM

154
0
Dosen Prodi Arsitektur FST UWM Nurina Vidya Ayuningtyas ST MSc dan Istiana Adianti ST MSc IAI menyerahkan buku Menilik Sisi Lain 4 Bangunan Milik Kraton Yogyakarta karya mereka kepada Dekan FST UWM Prof Dr Ir Ambar Rukmini MP di ruang dosen setempat, Rabu (6/10/2021). Foto: YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Empat dosen dan dua mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) memberi kado buku bertajuk Menilik Sisi Lain 4 Bangunan Milik Kraton Yogyakarta karya mereka untuk Dies Natalis ke-39 UWM hari Kamis (7/10/2021).

“Saya menyambut gembira atas inisiatif dan karya empat dosen bersama dua mahasiswa Prodi Arsitektur FST UWM untuk Dies Natalis ke-39 UWM. Semoga iklim akademik, intelektual dan kreativitas antara lain melalui penulisan buku ini semakin bertumbuh di FST khususnya dan UWM pada umumnya,” kata Dekan FST UWM Prof Dr Ir Ambar Rukmini MP ketika menerima buku Menilik Sisi Lain 4 Bangunan Milik Kraton Yogyakarta (ISBN : 978-623-5531-06-9) yang disampaikan dua penulis Nurina Vidya Ayuningtyas ST M.Sc dan Istiana Adianti ST MSc IAI di ruang dosen FST UWM, Dalem Mangkubumen Yogyakarta, Rabu (6/10/2021).

Prof Ambar mengemukakan, menulis merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan untuk mengekspresikan diri. Melalui tulisan, seseorang dapat mengungkapkan banyak hal. Tulisan juga dapat menjadi sumber informasi berbagai hal, baik yang berupa fakta, data maupun peristiwa, termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data serta peristiwa tersebut.

Buku setebal 104 halaman tersebut ditulis oleh Nurina Vidya Ayuningtyas ST MSc, Istiana Adianti ST MSc IAI, Desy Ayu Krisna Murti ST MSc, Dr Satrio Hasto Broto Wibowo ST MSc serta dua mahasiswa Nawfal Anas dan Adithya Tri Buana Y.

Keindahan ideal

Ketua penulis buku Nurina Vidya Ayuningtyas ST MSc mengemukakan, arsitektur adalah pemikiran yang matang dalam pembentukan ruang. Pembaharuan arsitektur secara menerus disebabkan perubahan konsep ruang. Sama halnya dengan seni visual lainnya, seni Arsitektur pun bertujuan untuk memperoleh keindahan yang ideal dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia.

Dua dosen Prodi Arsitektur FST UWM Nurina Vidya Ayuningtyas ST MSc dan Istiana Adianti ST MSc IAI berdiri di depan baliho informasi Dies Natalis ke-39 UWM di kampus setempat, Dalem Mangkubumen, Yogyakarta, Rabu (6/10/2021). Foto : YB Margantoro

“Keindahan dalam arsitektur merupakan nilai-nilai yang menyenangkan mata dan pikiran. Selain dari bentuk, unsur-unsur lain juga berperan di dalam sebuah Arsitektur seperti ruang, skala, warna, tekstur dan kenyamaman,” kata dia.

Menurut Nurina, dalam buku tersebut para penulis menyajikan informasi hasil penelitian mengenai empat bangunan milik Kraton Yogyakara yang jarang dikulik dan digali lebih dalam informasinya oleh akademisi ataupun peneliti lain. Bangunan-bangunan itu antara lain Bangunan Pawon Tengah, Banjar Andhap Dalem Mangkubumen, Bangsal Tamanan dan Bangsal Nehru Dalem Mangkubumen. Keempat bangunan ini dikaji dengan pendekatan yang berbeda-beda, antara lain kajian secara termal, kajian secara visual dan kajian secara keruangannya.

“Kraton Yogyakarta berdiri setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti antara Nicholas Hartingh dengan Pangran Mangkubumi pada tanggal 13 Februari 1755. Kawasan kraton sendiri paling luar dibatasi oleh dinding tinggi sebagai pagar kawasan yang dinamakan Baluwarti. Kondisinya sekarang menyisakan pojok Baluwarti dan pintu masuk kawasan. Sedangkan inti Kraton Yogyakarta juga dibatasi pagar yang dinamakan Cepuri. Pada awal berdirinya Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono I meninggalkan karya dalam bidang arsitektur yaitu penataan kota, pesanggrahan dan istana,” kata Nurina. (YB Margantoro)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here