Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDoorprize Utama Paket Wisata, Acara Syawalan Temu Kangen Alumni SMPS/ SPSA Tarakanita...

Doorprize Utama Paket Wisata, Acara Syawalan Temu Kangen Alumni SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta Bersama Pamong

bernasnews.com – Reuni atau temu kangen bagi alumni akan sangat berbeda sekali dan menjadi lebih bermakna apabila lembaga sekolah dimana dahulu tempat menuntut ilmu telah berganti nama atau bahkan mungkin telah tutup yang disebabkan oleh kebijakan tertentu.

Seperti halnya yang diselenggarakan oleh puluhan alumni lintas angkatan SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta, menggelar acara reuni bertajuk ‘Syawalan Temu Kangen Alumni SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta Bersama Pamong’, Minggu (22/5/2022), di Restro The Sastro, Jalan Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta.

Ketua Panitia Agus Santo kepada bernasnews.com menjelaskan, bahwa kegiatan temu kangen atau reuni lintas angkatan dengan konsep Syawalan dan di tempat umum kali pertamanya dilaksanakan. Peserta yang telah mendaftar berkisar 60 orang, dari angkatan tahun 1965 hingga angkatan terakhir tahun 1992.

Ketua Panita Syawalan Temu KangenAlumni SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta Bersama Pamong, Agus Santo saat menyampaikan pidato sambutannya. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

“Sekolah kami dahulu berlokasi di seputaran Gayam, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Dalam naungan dan binaan Yayasan Tarakanita Yogyakarta. SMPS/ SPSA itu pelajarannya sangat berbeda dengan SMA maupun Sekolah Menengah Kejuruan pada umumnya,” terang Agus Santosa.

Dikatakan, sebagai alumni merasa senang dan bangga sebab sekolah di SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta dapat mengembangkan diri sendiri sebagai pekerja sosial. “Karena kita sekolah untuk mencari jati diri, bukan meniru orang lain. Pekerjaan sosial sendiri berakar pada semua agama, kalau dalam Islam disebutnya sodaqoh yang kemudian dikembangkan menjadi pembinaan sosial,” papar Agus.

Lanjut dia, setelah lulus dari sekolah tersebut diterima bekerja di Departemen Sosial, Kabupaten Temanggung. Beberapa tahun kemudian mendapat kesempatan menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Kerja Sosial, di Bandung. Di sekolah tinggi itu lebih pada pengembangan mental untuk pelayanan sosial yang kekinian menjadi pengembangan masyarakat.

“Tujuan penyelenggaraan temu kangen atau reuni masih dalam proses ngumpulke balung pisah (pendataan) yang kedepan berharap semakin banyak alumni yang terdaftar dan berujung bisa saling Asih, Asah dan Asuh. Oleh karena kedepan berharap panita bisa dari angkatan yang muda-muda,” ujar pensiunan ASN itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Suster Regina CB selaku Angkatan 1965 yang mengungkapkan, bahwa sebagai alumni sulung (tertua) merasa senang bisa jumpa dengan semua angkatan. Dengan acara ini persaudaraan tidak hilang begitu saja, tapi tetap bersemangat sosial, solidaritas, dengan sesama tidak memandang suku, agama, ras bertujuan untuk kerukunan semuanya.

Para pamong (guru) foto bersama dengan alumni angkatan sulung tahun 1965 SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta, yang sama-sama terlihat sama sepuh-nya. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

“Puji Tuhan, waktu itu ada 24 siswa dan lulus semua. Setelah lulus kemudian menjadi suster dan dengan ilmu SPSA yang didapat, saya ditugaskan ke Tanzania, Afrika Selatan. Sedangkan di Indonesia berkesempatan tugas keliling di Sumatera, Lubuk Linggau,” tutur Sr Regina, CB, yang didampingi tiga rekan seangkatan.

Sementara itu, Guru Psikologi SMPS Tarakanita Yogyakarta Dra. Alusia Kris Aryani sangat menyayangkan ditutupnya sekolah SMPS/ SPSA Tarakanita Yogyakarta. Menurutnya, sekolah ini bagus sekali karena bertujuan untuk membantu sesama. Membantu masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

“Saya pingin para alumni bisa berguna bagi kesejahteraan umat manusia, lebih-lebih bagi masyarakat yang menderita. Jadi berharap bisa membantu dalam hal kesehatan, berkecimpung dalam lembaga-lembaga sosial masyarakat serta panti asuhan,” harap Bu Ani, sapaan akrab Alusia Kris Aryani, yang telah mengabdikan dirinya sejak tahu 1971 hingga ditutupnya sekolah tahun 1994.

Acara Syawalan dan Temu Kangen itu cukup meriah, digelar dengan penuh kesederhanaan serta tetap melaksanakan prokes. Walaupun berbeda usia, bahkan antara alumni dengan pamong (guru) yang hadir ada yang terlihat sama-sama sepuh-nya namun tetap menyatu.

Juga beberapa peserta yang hadir saling unjuk kebolehan dengan menyanyi diiringi musik organ tunggal, serta pengundian aneka doorprize antara lain baju batik, kaos, celmek, aneka lilin hias, dan hadiah utama paket wisata untuk dua orang. Semuanya doorprize sumbangan dari alumni. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments