Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanDompet Dompi dari Pelepah Pisang, Dompet Anti Maling Karya Mahasiswa UNY

Dompet Dompi dari Pelepah Pisang, Dompet Anti Maling Karya Mahasiswa UNY

BERNASNEWS.COM — Tindak kejahatan seperti pencurian, pencopetan, dan perampokan banyak yang menjadikan dompet sebagai salah satu sasaran dengan memanfaatkan kelengahan pemiliknya.

Guna mengantisipasi tindak kejahatan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri Asni Muslimah prodi Pendidikan Teknik Busana, Annisa Nurfatimah Febrianti prodi Pendidikan Akutansi, Annisa Alimah Ufairoh prodi Pendidikan Fisika, Latifah Nur Khasanah prodi Pendidikan Kimia dan Atiqotul Maula Al Farihah dari Pendidikan Sosiologi membuat dompet yang dilengkapi dengan sistem pengaman yang akan memberi informasi kepada pemilik apabila dompet tersebut terpisah lebih dari 10 m dari pemiliknya.

Kelompok Mahasiswa UNY pembuat dompet Dompi. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Uniknya dompet tersebut terbuat dari serat pelepah pisang yang diberi motif huruf Jawa. Karya ini berhasil meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2021.

 Menurut Asni Muslimah, mereka membuat dompet karena pengguna dari alat penyimpan ini sangat tinggi. “Kami gunakan pelepah pisang karena selama ini hanya menjadi limbah dan mengotori lingkungan,” kata Asni.

Selain itu untuk meningkatkan minat masyarakat, Asni membuat dompet dengan corak huruf aksara Jawa untuk memperkenalkan budaya bangsa sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan akan aksara Jawa. “Dimana aksra Jawa semakin lama eksistensinya semakin pudar,” ujarnya.

Annisa Nurfatimah Febrianti menambahkan, bahwa selain motif aksara Jawa, mereka juga menambahkan motif sains untuk menarik perhatian para saintis dan memberi edukasi terhadap masyarakat, serta menambah nilai keunikan dari dompet yang diinovasikan.

Komponen alat anti maling yang dipasang di dompet Dompi. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Sementara Annisa Alimah Ufairoh mengatakan, teknologi yang digunakan didesain dengan module bluetooth yang bisa disebut sensor jarak. “Kami pilih nama dompet pintar atau disingkat Dompi agar akrab di telinga masyarakat,” katanya.

Produk ini dibuat sebagai usaha kreatif pelestarian budaya dan usaha mengangkat budaya lokal. Bahan yang diperlukan yaitu Module Bluetooth HC-05, Arduino UNO, PCB, kabel penghubung, kapasitor, buzzer, resistor, baterai lithium, timah soldier, pin charger dan push button.

Sedangkan alat yang dibutuhkan adalah solder, Software IDEA, Aplikasi Arduino dan Bluetooth Simple. Cara merakitnya, bahan dirangkai pada PCB kemudian mengatur kode pemrograman pada aplikasi IDEA dan membungkus sensor dengan kotak agar aman dan terlihat rapi. Sensor yang terdapat pada dompet akan menginformasikan apabila terpisah sejauh 10 meter dari gawai pemiliknya dengan berbunyi seperti sirene.

“Sensor ini terkoneksi dengan gawai melalui bluetooth dan pemilik tinggal melacak keberadaan dompetnya melalui gawai,” beber Annisa Alimah Ufairoh.

Bentuk dompet Dompi anti maling karya Mahasiswa UNY. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Latifah Nur Khasanah menambahkan, bahwa pembuatan dompet menggunakan pelepah pisang melalui beberapa tahap. Batang pisang yang sudah ditebang, direbahkan, dipotong 2 m atau 1 m atau sesuai selera, tetapi sebaiknya sama panjangnya dan tidak terlalau pendek untuk memudahkan penjemuran dan penyimpanan sebagai stok di gudang.

“Setelah pelepah pisang kering disetrika agar halus, rata, dan rapi serta disimpan dengan cara digulung, ditumpuk ataupun digantung. Untuk memproses batang pisang basah yang baru ditebang sampai menjadi bahan baku siap pakai dibutuhkan waktu 1 minggu hingga pelepah pisang benar-benar kering,” jelas Nur.

Dikatakan, pengeringan yang tergesa-gesa dengan menggunakan sinar matahari penuh, justru membuat gedebog pisang menjadi getas, gampang robek, rapuh atau berwarna kusam. Selanjutnya disimpan di tempat yang kering atau tidak lembab supaya gedebog tidak berjamur.

“Kemudian pelepah pisang ditenun menggunakan alat bukan mesin dengan cara menyilangkan benang pakan dan benang lungsin secara bergantian terus menerus sehingga menjadi helaian sebuah kain. Pelepah pisang siap digunakan,” pungkas Latifah Nur Khasanah

Sementara itu, Atiqotul Maula Al Farihah menjelaskan langkah pembuatan dompet diawali dengan pembuatan pola kemudian pemotongan bahan sesuai pola tersebut. Kemudian diberi bordiran aksara Jawa atau simbol sains. “Langkah selanjutnya pemasangan sensor dan penjahitan dompet Dompi,” ujarnya. (*/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments