Home Seni Budaya Dolanan Ciblon, Kini Sudah Jarang Terdengar

Dolanan Ciblon, Kini Sudah Jarang Terdengar

545
0
Obyek Wisata Alam "Lempeng Kali Serang Kedung Kemin", Dusun Paingan, Kelurahan Sendangsari, Kapenewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM —  Ciblon (Bahasa Jawa) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah permainan anak-anak ketika mandi di sungai atau di pemandian, kolam renang atau telaga dengan cara menepak-nepakkan telapak tangan pada permukaan air, sehingga menimbulkan bunyi tertentu.

Bunyi tertentu itu lebih dikarenakan posisi telapak tangan dan gerakan tangan ketika menepak atau memukul permukaan air dan suara resonasi yang ditimbulkan mirip dengan tepukan suara kendang, plak pung plak dung plak guur dan sebagainya. Bagi generasi kekinian tentu awam dengan dolanan bocah jaman dulu yang bernama Ciblon.

Anak-anak bermain air di obyek wisata alam Lempeng Kali Serang Kedung Kemin, Dusun Paingan, Kelurahan Sendangsari, Kapaewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Kenangan tahun 1975an saat itu Yogyakarta baru mempunyai dua kolam renang yaitu, kolam renang Umbang Tirto, di Kotabaru, Yogyakarta dan kolam renang Colombo yang kini menjadi bagian dari fasilitas hotel bintang, di kawasan Jalan Afandi (Gejayan). Suara ciblonan masih terdengar dan menambah meriahnya suasana kolam renang untuk umum itu.

“Kalau di desa saya namanya Ceblukan. Tapi tidak semua air atau telaga bisa berbunyi seperti suara kendang,” terang Wasidi, saat membahas dolanan Ciblon, sebuah grup whats app sebuah kampung bilangan nJeron Beteng Kraton Yogyakarta, Selasa (13/10/2020).

Menurut warga Semanu, Gunungkidul yang kini menetap di Kota Yogyakarta menjelaskan, bahwa ada semacam mitos di desanya, dolanan Ceblukan atau Ciblonan bisa bersuara merdu dan nyaring disebabkan telaga ada roh penunggu. “Suara dolanan Ceblukan bisa nyaring menyerupai suara kendang karena ada siluman di pegunungan sekitar telaga, konon kata simbah begitu,” ujar Wasidi.

Sungai yang masih asri dan jauh dari polusi memang asyik untuk tempat bermain dari sekedar kekeceh, kungkum atau nglangi (berenang) dan bermain ciblonan, seperi yang ada di obwis Lempeng Kali Serang Kedung Kemin, Kulon Progo. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara, Nanang Sulaiman (60 tahun) warga yang berasal dari tanah Pasundan, Jawa Barat menambahkan, dolanan Ciblonan berupa menepak-nepak permukaan air yang menimbulkan suara seperti kendang disebutnya Kici kibung. “Dulu sewaktu kecil kala mandi di sungai bersama teman-teman juga sering memainkan Kicikibung atau di sini disebut Ciblon, bahkan sambil tetembangan (nyanyi),”imbuh Nanang yang juga seorang ustad itu.

Dolanan Ciblonan atau Ceblukan atau di tanah Pasundan disebut dengan Kicikibung, mungkin di daerah lain sebutanya juga berbeda, dolanan itu merupakan salah satu bentuk dari kekayaan budaya Nusantara yang perlu dilestarikan tentunya dan bisa dijadikan sebagai suguhan untuk wisatawan. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here