Home News PDS Gemakan Dokumen Abu Dhabi : Karena Iman Semua Bersaudara

PDS Gemakan Dokumen Abu Dhabi : Karena Iman Semua Bersaudara

340
0
Para pastor dan pendeta yang memimpin ibadat Ekumene, Pekan Doa se-Dunia 2020, berfoto bersama sebelum memasuki gereja di GKJ Sawokembar Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (22/1/2020). Foto: Seno/Komsos Kevikepan DIY

BERNASNEWS.COM – Kunjungan bersejarah pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab pada 3-5 Februari 2019 lalu, melahirkan Dokumen Abu Dhabi, yang berisi tentang persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia dan hidup beragama. Pesan ini sangat cocok dengan kondisi lintas agama di Indonesia, dimana radikalisme dan intorensi kerapkali mengusik kedamaian bangsa yang beragam ini.

Vikaris Episkopal (Vikep) DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr menegaskan kembali isi dokumen Abu Dhabi itu dalam sambutan pada acara Pekan Doa se-Dunia di Gereja Kristen Jawa Gondokusuman, Rabu (22/1/2020). Imam projo Keuskupan Agung Semarang ini mengatakan, karena iman kita semua bersaudara.   

Para pastor dan pendeta memberi berkat kepada segenap umat dan jemaat yang hadir dalam Pekan Doa se-Dunia di GKJ Gondokusuman Yogyakarta, Rabu (22/1/2020). Foto : Seno/Komsos Kevikepan DIY

“Iman menuntun orang beriman untuk memandang dalam diri sesamanya seorang saudara lelaki atau perempuan untuk didukung dan dikasihi. Melalui iman kepada Allah, yang telah menciptakan alam semesta, ciptaan dan seluruh umat manusia, umat beriman dipanggil untuk menyatakan persaudaraan manusia ini dengan melindungi ciptaan dan seluruh alam semesta serta mendukung semua orang, terutama mereka yang paling miskin dan yang paling membutuhkan,” tutur Romo Dio, panggilan akrabnya, mengutip teks pembukaan Dokumen Abu Dhabi itu.

Seksi Acara PDS 2020, berfoto bersama sebelum melaksanakan tugas, memandu acara ini di GKJ Sawokembar, Kota Yogyakarta, Rabu (22/1/2020). Foto: Anton Sumarjana

Paus Fransiskus berkunjung ke Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab selama 3 hari (3-5 Februari 2019). Pada 4 Februari 2019, Paus asal Argentina bernama Jorge Mario Bergoglio  ini menghadiri Konferensi Global. Kunjungan Paus Fransiskus ini menjadi tonggak sejarah dalam dialog antaragama. Paus bertemu Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayyeb dan menandatangani Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together.

Rm Dio akan selalu mengingatkan umat beriman agar tak lelah menjalin silaturahmi dan bekerjasama lintasagama.”Iman menjadi landasan kita untuk bersatu sebagai satu saudara,” tegasnya.  

Gereja penuh

Perayaan Pekan Doa se-Dunia di GKJ Gondokusuman sendiri berlangsung lancar dan  meriah. Ibadat ekumene diakhiri dengan berkat Tuhan. Ada 10 pastor dan 15 pendeta merentangkan tangan ke depan, menyalurkan berkat Tuhan kepada segenap umat yang memenuhi gereja. Tak kurang dari 800 orang menghadiri perayaan PDS 2020 ini.

Perayaan didahului dengan penampilan anak-anak PAUD/TK Indriasana Baciro, dilanjutkan penampilan Helena, penyanyi remaja, cucu musisi jazz Indonesia Mus Mujiono. Ibadat Ekumene dimulai pukul 17.00. Diawali dengan perarakan para pastor dan pendeta menuju altar gereja diiringi lagu Majesty, yang dibawakan kolaborasi PS Tri Ubaya Cakti dan PS Voca Latriae.

Ibadat Ekumene ini berlangsung selama 90 menit, diisi dengan untaian doa, pujian, bacaan kitab suci dan homili. Uniknya, homili dibawakan oleh seorang pastor dan pendeta dalam bentuk dialog.

Romo Adrianus Maradiyo (kanan), Vikep DIY, memberikan sambutan, mengingatkan Dokumen Abu Dhabi untuk persaudaraan umat beriman dalam ibadat Ekumene di GKJ Sawokembar, Rabu (22/1/2020). Foto : Elisabeth Setyaningsih

Pastor Ferdinandus Effendy Sunur SJ dan Pendeta Kristi, berdialog, mengulas bacaan kitab suci yang mengisahkan perjalanan Santo Paulus ke Pulau Malta. Bacaan yang menjadi tema dari PDS 2020, yaitu Kebaikan Hati yang Luar Biasa, diambil dari kisah para rasul (lih. Kis 28: 2).

Persembahan penyanyi jebolan Indonesia Idol 2018, Mona, turut memberi warna dalam ibadat Ekumene ini. Setelah bacaan, sebelum homili, Mona membawakan Yesus at the Center yang menambah khusyuknya ibadat ini. Usai ibadat ekumene, acara yang dipandu MC Andar Rujito, Tabitha Endah dan Kiki Maria ini terus berlangsung dengan menari bersama Gemu Famire.

Tarian massal ini dipandu Veronika Rahayu yang langsung mencairkan suasana. Seluruh jemaat tua dan muda larut dalam kegembiraan. Kiki Maria, putri bintang film era 80-an Suzanna Cecilia ini membawakan lagu “Bagi Tuhan Tak Ada yang Mustahil”. Selanjutnya, Persatuan Dayak Lundayeh dari Kalimantan Utara membawakan tarian “Plefet”, diiringi musik bernuansa etnis dengan instrument gong dan sape.

Pesan-pesan untuk mencintai Tanah Air diwujudkan dalam bentuk tari-tarian dan lagu-lagu. Guru-guru seni tari Yogyakarta, (Paguseta) juga memeriahkan acara dengan membawakan tarian “Senyum Indonesia”.

Sedangkan PS Voca Latriae membawakan lagu “Monggo-monggo Nderek Gusti,” dan PS Tri Ubaya Cakti menyanyikan lagi daerah “Sigulempong”. Mona Idol menutup rangkaian acara Pekan Dosa se-Dunia dengan menyanyikan lagu “Allah Sanggup”. (Anton Sumarjana, salah seorang Seksi Acara PDS 2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here