Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDokter Asdi Yudiono: Cegah Stroke Lebih Cepat Lebih Baik

Dokter Asdi Yudiono: Cegah Stroke Lebih Cepat Lebih Baik

bernasnews.com – Banyak sakit atau penyakit yang dapat berakibat fatal, salah satunya adalah stroke. Stroke adalah serangan pada pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan sumbatan atau perdarahan serta mengganggu fungsi otak yang fatalnya dapat menyebabkan kematian.

“Oleh karena itu, mencegah stroke itu lebih cepat lebih lebih baik. Prinsip kami dan kiranya juga jadi harapan dan upaya setiap orang bahwa sehat itu menyenangkan dan senang itu menyehatkan,” kata Penanggung Jawab Klinik Intan Yogyakarta dokter Asdi Yudiono kepada bernasnews melalui WhatsApp, Selasa (15/3/2022).     

Menurut dia, paling tidak ada tiga faktor risiko seseorang terkena stroke yakni faktor risiko yang dapat diubah; faktor risiko yang tidak dapat diubah yakni  usia, jenis kelamin, genetik atau riwayat  keluarga dan ras tertentu; serta faktor risiko lain seperti kurang aktivitas, penyalahgunaan obat, stress mental fisik, migrain, merokok atau konsumsi alkokol, dan  pemakaian konstrasepsi hormonal.

“Untuk faktor risiko yang dapat diubah misalnya hipertensi, gangguan  tidur, diabetes, obesitas, stress dan dislipidemia. Dengan faktor risiko tekanan darah, nadi, merokok, kolesterol, diabetes, olahraga, obesitas dan riwayat keluarga,  kita  dapat  lihat total skorenya untuk risiko tinggi, risiko sedang dan risiko rendah ,” kata dia.

Lebih lanjut dokter Asdi Yudiono yang murah senyum ini mengatakan, kita harus dapat mengenali gejala stroke dan pasien harus segera dibawa ke rumah sakit apabila menemui kondisi tidak biasa.

Kondisi itu adalah  senyum tidak simetris, gerakan anggota tubuh lemah, bicara pelo atau tidak jelas, kebas atau kesemutan separuh badan, rabun mendadak, dan sakit kepala hebat tiba-tiba.

Bagaimana mencegah stroke dengan cerdik? Dokter Asdi Yudiono menjelaskan, kita harus mengecek kesehatan secara rutin, mengenyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, melakukan diet seimbang, istirahat yang cukup, dan dapat mengelola stress.

 “Yang penting kita harus dapat mengawasi gejala stroke dan berpola hidup yang sehat. Sehat itu menyenangkan dan senang itu menyehatkan.  Salam sehat,” kata dia. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments