Home News DLH Sleman Ajak Komunitas Rancang Kegiatan Peduli Sungai

DLH Sleman Ajak Komunitas Rancang Kegiatan Peduli Sungai

584
0
DLH Sleman berwawan hati dengan komunitas sungai Sleman di Pendapa Omah Noto Plankton (ONP), Pedukuhan Kanthongan B, RT 01 Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, Selasa (5/11/2019) malam. Foto : Ivan

BERNASNEWS.COM — Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) kembali menggelar pertemuan antar komunitas pegiat sungai di Pendapa Omah Noto Plankton (ONP), Pedukuhan Kanthongan B, RT 01 Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, Selasa (5/11/2019) malam. Acara tersebut dihadiri sejumlah pegiat sungai dari berbagai komunitas sungai, relawan kebencanaan, warga dan perangkat desa setempat serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

Anggota Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) foto bersama di sela-sela pertemuan antar komunitas pegiat sungai di Pendapa Omah Noto Plankton (ONP), Pedukuhan Kanthongan B, RT 01 Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, Selasa (5/11/2019) malam. Foto : Ivan

Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman Purwoko Sasmoyo ST MM mengatakan bahwa perlunya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, khusus komunitas sungai, dalam pelestarian sungai. Pihaknya mengajak komunitas sungai yang ada di Sleman membuat usulan kegiatan terkait dengan pelestarian sungai yang melibatkan masyarakat setempat.

“Silakan teman-teman komunitas sungai melalui FKSS membuat rencana kegiatan untuk diusulkan kepada DLH Sleman. Jika itu menyangkut kebutuhan pendanaan, kami akan memfasilitasi selama pos anggarannya masih ada,” kata Purwoko.

Penyerahan tumpeng dari Kabid Pengendalian Lingkungan DLH Sleman Purwoko Sasmoyo kepada Ketua KPSK Eko Ari, disaksikan Ketua FKSS di Pendopo Omah Noto Plankton, Selasa (5/11/2019) malam. Foto : Ivan

Dalam pertemuan yang dikemas secara lesehan khas acara rembug desa itu, Purwoko juga memaparkan bahwa selama ini pelaksanaan program bersih sungai di DLH Sleman yakni Program Kali Bersih (Prokasih) yang dalam pelaksanaannya bermitra dengan komunitas sungai berjalan dengan baik. Pada 2020 yang akan datang diharapkan sesegera mungkin komunitas sungai bersama masyarakat membuat rencana kegiatan perihal pelestarisn sungai, meliputi bersih sungai, susur sungai, konservasi lingkungan dengan penanaman pohon dan penebaran benih ikan asli sungai serta pendataan sumber-sumber pencemar sungai.

Pada kesempatan itu juga dikukuhkan terbentuknya Komunitas Pegiat Sungai Krasak (KPSK) oleh DLH Sleman, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh DLH Sleman yang diserahkan pada Ketua KPSK.
KPSK merupakan komunitas sungai yang ke-37 yang tergabung dalam FKSS. Komunitas sungai di Sleman merupakan komunitas beranggotakan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai sehingga mereka tahu persis kondisi sungai.

“Saat ini tercatat ada 40 komunitas sungai yang bergabung di FKSS dari 14 sungai besar dan kecil yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Kami berharap jumlah komunitas peduli sungai kian bertumbuh,” ungkap Ketua FKSS AG Irawan dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Rabu (6/11/2019).

Bincang-bincang sungai antara komunitas dan jajaran DLH Sleman di Kafe ONP, Selasa (5/11/2019). Foto : Ivan

Ketua KPSK Eko Ari mengapresiasi keinginan masyarakat yang kian peduli terhadap keberadaan sungai dan lingkungan. Menjadi keprihatinan bersama saat ini di sejumlah titik sungai di hulu kian banyak mata air yang dulunya memiliki air yang berlimpah kini tinggal sedikit, bahkan hilang. Maka dengan adanya komunitas sungai, ia dan teman-teman berharap, pelestarian sungai dan mata air dapat terwujud.

“Terimakasih atas dukungan DLH Sleman dan FKSS yang terus mendampingi kami untuk terus peduli melestarikan sungai,” terang Eko.

Hal senada diungkapkan pegiat sungai dari Komunitas Sungai Klanduhan, Minomartani, Sleman Istiadji. Ia dan komunitasnya sangat senang dengan terus lahirnya komunitas sungai. Karena mampu menjadi penyambung komunikasi komunitas lingkungan yang lebih dulu ada, yakni komunitas IPAL dan komunitas pengelola sampah.

Sedangkan Ketua Komunitas Sungai Tambakbayan Kismiyadi berharap agar teman-teman komunitas sungai juga membuat rencana kegiatan yang dapat dikerjasamakan dengan korporasi bisnis di wilayah Sleman dalam bentuk pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Acara pertemuan FKSS malam itu ditutup dengan menikmati sajian kopi yang disiapkan teman-teman di kafe ONP sembari berbincang santai perihal pelestarian lingkungan. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here