Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiDLH Perlu Support Masyarakat dalam Mengelola Sampah

DLH Perlu Support Masyarakat dalam Mengelola Sampah

bernasnews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu mendukung (support) masyarakat agar giat dalam pengelolaan sampah. Salah satu bentuk dukungan itu adalah penyediaan teknologi pengolahan sampah di masyarakat secara masif.

Menurut Pimpinan Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro, dukungan itu sangat penting agar masyarakat termotivasi untuk mengelola dan mengolah sampah secara mandiri. Hal ini sekaligus untuk meminimalisir sampah sampai ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Piyungan, Bantul.

Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan, selain memberikan dukungan teknologi pengolahan sampah, pemerintah dalam hal ini DLH perlu memiliki konsep secara komprehensif terkait pengelolaan dan pengolahan sampah.

Untuk itu, DLH punya kepentingan untuk membuat program dan kajian potensi sampah yang gede/besar atau yang banyak itu di mana, lalu konsep pengolahan sampah seperti apa.

“Saya kira masyarakat siap untuk menjalankan program tersebut guna meminimalisir sampah dibawa ke TPST Piyungan,” kata Pimpinan Komisi B DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan ini saat dihubungi bernasnews.com pada Minggu 15 Mei 2022 malam.

Karena itu, menurut Dwi Wahyu Budiantoro, yang perlu dilakukan pemerintah sekarang adalah bagaimana menyiapkan teknologi pengolahan sampah secara masif agar masyarakat bisa mengelola dan mengolah sampah secara mandiri guna meminimalisir sampah yang dibuang ke TPST Piyungan.

BUMD Sampah

Menyikapi gejolak di TPST Piyungan yang beberapa waktu lalu sempat ditutup, menurut Dwi Wahyu, hal ini menjadi evaluasi bersama, dalam hal ini oleh pemerintah. Untuk mengantisipasi itu semua, pastinya dibutuhkan sebuah kebijakan yang diambil setelah melalui kajian.

Menurut Dwi Wahyu, sampah yang sebetulnya sudah tidak asing lagi, terutama terkait dengan permasalahan sampah yang ada di masyarakat, pemerintah seharusnya segera mengambil tindakan, misalnya, bagaimana meminimalisir sampah dengan menyelesaikan masalah sampah sejak di hulu.

Artinya, tidak semua sampah sampai ke Piyungan. Karena pasti ada sampah yang bisa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengolahan sampah tersebut bisa dilakukan oleh masyarakat untuk peningkatan ekonomi. Misalnya ada plastik, ada kertas dan sebagainya, yang di daerah seperti di kabupaten bisa dikelola oleh BUMDes.

“Pemerintah harus membuat kajian terlebih dahulu, apakah pengolahan sampah ini bisa ditangani oleh badan usaha milik desa (BUMDes) atau seperti apa pengelolaannya. Di DIY, misalnya, perlu punya BUMD khusus untuk penanganan sampah. Karena sampah selalu menjadi masalah setiap hari maka harus ada konsep pengelolaan dari hulu sampai hilir. Misalnya, pengolahan sampah sampai pada penjualan, pengolahan sampah itu sendiri dengan teknologi kalau itu goalnya di perekonomian. Jadi di DIY perlu ada BUMD khusus menangani sampah,” kata Dwi Wahyu Budiantoro. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments