Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDLH Kota Yogyakarta Lakukan Monitoring dan Klasifikasi 568 Bank Sampah

DLH Kota Yogyakarta Lakukan Monitoring dan Klasifikasi 568 Bank Sampah

bernasnews.com — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan monitoring di 568 bank sampah, yang tersebar di 45 kelurahan se- Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pengolahan sampah di rumah tangga sehingga warga bisa mengolah sampah secara mandiri., terutama saat terjadi penutupan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul.

“Kegiatan monitoring ini dilaksanakan mulai 17 Mei sampai 2 Juni 2022, dimana setiap harinya dilakukan monitoring di empat kelurahan,” jelas Analis Kebijakan Ahli Muda Kelompok Substansi Pengembangan Sumber DLH Kota Yogyakarta Christina Endang Setyowati, Selasa (24/5/2022), seperti dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya DLH Kota Yogyakarta dalam mengurangi penumpukan sampah yang ada di TPST Piyungan. Sehingga warga bisa ikut membantu pengelolaan sampah di masing-masing rumah dan ikut peduli terhadap lingkungan. Harapannya rumah kita bersih lingkungannya dan bersih sampah.

Lanjut dia, sudah 25 kelurahan yang telah dimonitoring oleh tim monitoring yang terdiri dari DLH, Koordinator Kemantren dan Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta. Sementara bank sampah yang dimonitoring didampingi oleh Fasilitator Kelurahan (Faskel) masing-masing wilayah.

“Tujuan diadakan monitoring tersebut untuk mengetahui kegiatan dan keberlanjutan bank sampah dalam mengelola sampah di setiap pos bank sampah yang ada di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini juga sebagai dasar DLH untuk melakukan klasifikasi terhadap bank sampah,” beber Christina, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Tujuannya, imbuh Christina, untuk mengetahui kondisi atas kegiatan gerakan aksi lingkungan yang dilakukan bank sampah. Karena bank sampah ini berbasis RW sehingga setidaknya setiap rumah melakukan memilah sampah, mengolah sampah dari rumah supaya sampah anorganik dan organik bisa dikelola dari rumah dengan baik.

“Semoga bank sampah yang didampingi bisa menyelamatkan lingkungan melalui kepedulian yang dimiliki tiap warga. Saat ini Pemkot Yogyakarta mendorong warga untuk mengolah sampah mandiri berbasis rumah tangga. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan zero sampah yang dibuang ke TPST Piyungan,” tandas Christina. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments