Home News DIY Antisipasi dan Siaga Menghadapi La-Nina pada Musim Hujan 2021/2022

DIY Antisipasi dan Siaga Menghadapi La-Nina pada Musim Hujan 2021/2022

40
0
BMKG. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Masyarakat DIY diminta mengantisipasi dan siaga menghadapi La-Nina atau El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai November 2021 hingga Juni 2022. La-Nina di wilayah DIY berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan di atas normal atau rata-rata.

Saat ini seluruh wilayah DIY telah memasuki musim penghujan. Kondisi curah hujan selama periode dasarian I November 2021 pada umumnya dalam kategori di atas normal atau rata-rata. Pantauan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) hingga dasarian I November 2021 menunjukkan kategori La Nina lemah-sedang (-0.99). Fenomena La Nina diprakirakan berlangsung hingga periode April-Mei-Juni 2022.

Menurut Reni Kraningtyas SP MSi, Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DIY, dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com, Selasa 16 November 2021, pengaruh La-Nina di wilayah DIY berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan di atas normal atau rata-rata.

Dikatakan, pada bulan November 2021 ini, La Nina dapat memicu peningkatan curah hujan hingga 60 persen dibandingkan kondisi normal atau rata-rata, dimana curah hujan umumnya mencapai 300-500 mm dalam 1 bulan (kategori tinggi-sangat tinggi). Sedangkan pada periode musim hujan Desember 2021-Januari-Februari 2022 La Nina dapat memicu peningkatan curah hujan dalam kisaran 20-60 persn dibandingkan normal atau rata-rata, dimana curah hujan selama musim penghujan (Desember-Januari-Februari) umumnya mencapai 300-500mm dalam 1 bulan (kategori tinggi-sangat tinggi).

“Perlu diwaspadai peningkatan potensi bencana hidrometeorologi di puncak musim hujan, dimana puncak musim hujan wilayah DIY diprakirakan terjadi pada bulan Januari 2022,” kata Reni.

Karena itu, Reni Kraningtyas menghimbau para pemangku kepentingan agarsedini mungkin mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DIY. Lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.

Masyarakat juga dihimbau untuk terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial info BMKG atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here