Home News Dituding Teriak-teriak Minta Jatah Komisaris, Denny Siregar: Sempak Basah

Dituding Teriak-teriak Minta Jatah Komisaris, Denny Siregar: Sempak Basah

52
0
Pegiat media sosial Denny Siregar. Foto: YouTubeCokrotv

BERNASNEWS.COM – Selama ini pegiat media sosial Denny Siregar dikenal pembela setiap pemerintahan Joko Widodo maupun pribadi Presiden Jokowi sendiri karena kebijakan-kebijakannya yang dinilai tepat demi kepentingan rakyat banyak. Karena sangat getol membela pemerintah, ia pun disebut sebagai BuzzerRp bahkan dituduh ingin mendapat jatah komisaris BUMN.

Namun, Denny Siregar juga tak jarang keras mengeritik pemerintah bila ada kebijakan yang dinilai tidak tepat dan merugikan rakyat. Misalnya, Denny mengeritik keras kebijakan pemerintah tentang kewajiban tes PCR bagi pelaku perjalanna dengan biaya yang mahal.

Namun sikap kritis Denny Siregar itu, baik yang mendukung maupun menentang, selalu dinilai oleh kelompok oposisi bahwa Denny Siregar meminta jatah komisaris. Tuduhan ini disebut Denny Siregar sebagai “sempak basah”.

Dalam akun twitternya @Dennysiregar7 yang diunggah pada Rabu, 3 November 2021 pukul 10.26 WIB, menulis: “Mengkritik kebijakan pemerintah yang kurang benar, dibilang “teriak2 minta jatah komisaris”. Mendukung kebijakan pemerintah yang benar, dibilang “sedang menjilat untuk dapat komisaris”. Sempak basah itu emang bisa bikin biji jamuran..

Sejumlah follower Denny Siregar pun mengaku mengalami hal yang sama. DECK_VAN_PROJO di akun @Megatop99 juga mengaku dituduh sebagai BuzzerRp saat mengapresiasi kinerja pemerintah.

Mengapresiasi kinerja Pemerintah saya dibilang BuzzerRp oleh Kadrun And The Gang..! BuzzerRp ndasmu mlocot itu Drun..! Wifi aja aku numpang ditetangga,Tempat Tinggal aja aku juga dapat numpang,” komentar DECK_VAN_PROJO dikutip Bernsnews.com di akun @Megatop99.

Sementara STTUS PALSU di akun @Statuspalsu2006 menyebut: “Korelasi dan relevansi yg sbnrnya hnya asumsi dan fiksi tetapi dijadikan sbgi amunisi dlm sbuah kolaborasi untk menggiring opini shingga narasi dlm sebuah literasi terlihat seolah penuh bukti padahal hnya ilusi ttpi di politisasi dengan penuh dramatisasi hnya demi sebuah ambisi.” (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here