Home News Disperindag Kota Yogyakarta Sosialisasi Rencana Pembangunan Pasar Kluwih

Disperindag Kota Yogyakarta Sosialisasi Rencana Pembangunan Pasar Kluwih

636
0
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta sosialisasi pembangunan Pasar Kluwih, Selasa (3/3/2020), di Serambi Masjid Wiworojati, Suryoputan, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan sosialisasi UKL-UPL dan ANDALALIN rencana pembangunan gedung Pasar Kluwih Ngadikusuman, Selasa (3/3/2020), di Serambi Masjid Wiworojati, Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Kadis Perindag Kota Yogyakarta, Drs. Yunianto Dwisutono (kanan) sedang memaparkan rencana pembangunan gedung Pasar Kluwih, di Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Acara sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Yogyakarta, Drs. Yunianto Dwisutono juga dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, Dinas Kebakaran, Dinas Perhubungan, Sapras, Penataan Lahan, Kamtib, PEP, UPT II, Kapolsek Kraton, Danramil Kraton, Camat Kraton, Lurah Panembahan, Ketua Kampung (RK) Suryoputran, Ketua RW 08, 09, 10 Suryoputran dan puluhan pedagang Pasar Kluwih.

“Kami memang ada kegiatan pembangunan Pasar Kluwih Ngadikusuman, dengan pendanaan dari pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) kurang lebih Rp 3 Milyar. Ini merupakan pertemuan awal yang bertujuan untuk pembuatan UKL-UPL sebagai proses pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga masih ada beberapa pertemuan berikutnya yang berkaitan pembangunan phisik pasar,” beber Yunianto.

Suasana santai sosialisasi tahap awal pembangunan Pasar Kluwih yang diselenggarakan di Serambi Masjid Wiworojati, Suryoputran, Yogyakarta, Selasa (3/3/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Berdasar perencanaan bentuk bangunan, Yunianto menjelaskan, bahwa pasar konstruksinya harus terbuat dari kayu jati dan tidak boleh tingkat. Dan harus berdasar paugeran (aturan) yang ada di kawasan Njeron Beteng Kraton Yogyakarta. “Oleh karena itu kami juga masih menunggu rekomendasi dari Dinas Kebudayaan DIY dalam menentukan bentuk bangunan tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

Kadis Perindag Kota Yogyakarta, juga mengimbau kepada masyarakat setempat ikut membantu dan mengawal pembangunan pasar agar dapat memenuhi kepentingan warga masyarakat yang ada di wilayah Kampung Suryoputran dan para pedagang Pasar Kluwih, secara transparan dan selalu berkomunikasi dengan Disperindag dalam pertemuan-pertemuan lebih lanjut.

Sebagian lapak-lapak pedagang Pasar Kluwih yang berjajar setiap paginya menempati bahu Jalan Suryoputran, Yogyakarta, Selasa (3/3/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Dalam sesi dialog dengan peserta, Ketua Kampung (RK) Suryoputran, H Bandrio Utomo, SE, mengaprisiasi atas dibangunnya Pasar Kluwih. Menurutnya, keberadaan gedung pasar nantinya akan meningkatkan taraf perekonomian mikro masyarakat di Kampung Suryoputran dan sekitarnya.

“Karena keberadaan pasar untuk kepentingan masyarakat umum, maka dalam pembangunan dan pengelolaan ke depannya mohon juga melibatkan perangkat kampung, antara lain Ketua Kampung dan Ketua RW secara kelembagaan bukan personal,” ujar Bandrio.

Bandrio menambahkan, perangkat kampung Ketua Kampung dan Ketua RW ibaratnya sebagai orang tua warga. Apabila terjadi sesuatu pada warga terkait keberadaan pasar, misal keamanan, keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar, setidaknya perangkat kampung dapat ikut berperan serta.

“Menjaga nama baik Pasar Kluwih sama dengan menjaga nama kampung. Hal ini tentunya dapat sebagai pematik program yang dicanangkan oleh Pemkot Yogyakarta, program Dodolan Kampung dan Gandeng Gendong guna meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Keberadaan kios-kios pedagang Pasar Kluwih yang selama ini menempati lahan milik warga setempat. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Ketua RW 08 Suryoputran, Seno Pratomo lebih menyoroti persoalan parkir kendaraan mobil mengingat sebagian kewilayahannya di bawah administratif RT 28 tepat berada di ruas pinggiran Jalan Suryoputran dan berhadapan langsung dengan keberadaan pasar tersebut.

“Mohon dicarikan solusi soal parkir kendaraan khususnya mobil. Juga mengingatkan keberadaan saluran assenering (saluran limbah) peninggalan jaman Belanda yang kemungkinan jalur saluran melalui lahan pasar jangan sampai rusak akibat pembangunan nantinya,” ujar Seno.

Sebagaimana yang pernah dijelaskan oleh Lurah Panembahan, Purnama, SE beberapa waktu lalu, bahwa berdasarkan Detail Engineering Design (DED), luas lahan pasar menempatai tanah 500 meter persegi, sepertiganya untuk lahan parkir. Bangunan pasar dapat menampung sekitar 40an pedagang. Pasar Kluwih ini, pagi sebagai pasar tradisional untuk aneka kebutuhan rumah tangga dan sorenya sebagai pasar kuliner, para pedagang akan diatur berdasar jenis dagangannya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here