Home Ekonomi Diskusi Terbatas KADIN DIY: ‘Asuransi Untuk Mendorong Ekspor DIY’

Diskusi Terbatas KADIN DIY: ‘Asuransi Untuk Mendorong Ekspor DIY’

179
0
Narasumber, oderator dan Perwakilan Peserta Diskusi Terbatas KADIN DIY foto bersama usai kegiatan. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — Potensi ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih sangat besar. Sepanjang 2020, DIY telah mengekspor 78 komoditi ke 122 negara dengan nilai US$ 298,6 juta. Jumlah eksportir di DIY mencapai sekitar 400 pelaku usaha. Dalam proses ekspor dimungkinkan terjadi resiko yang harus ditanggung oleh eskportir.

Oleh karena itu, KADIN DIY menyelenggarakan diskusi terbatas dengan topik ‘Asuransi Untuk Mendorong Ekspor DIY’, Selasa (24/ 8/ 2021), di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Menghadirkan nara sumber dari PT. Asuransi Asei Indonesia, Arie Surya Nugraha (Direktur Utama) dan Marah K.M Manurung (Direktur Teknik & Pemasaran).

Bertindak selaku moderator Robby Kusumaharta, Waketum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY. Peserta diskusi perwakilan pengurus KADIN DIY antara lain Wawan Hermawan, Rahmad Gunadi, Agus Imron, Hermawan Ardiyanto dan Y. Sri Susilo. Juga hadir perwakilan dari Kantor Bea & Cukai Yogyakarta, Disperindag DIY, perwakilan eksportir dan perbankan.

Arie Surya Nugraha selaku Direktur Utama menjelaskan, bahwa PT Asuransi Asei Indonesia atau Asuransi Asei (Persero) adalah salah satu perusahaan/ BUMN asuransi yang memiliki produk asuransi yang lengkap.
“Produknya mencakup produk asuransi perdagangan, asuransi kredit dan penjaminan, asuransi umum dan asuransi syariah. Berkaitan hal tersebut maka Asuransi Asei dikenal sebagai ‘One Stop Shop for Insurance’,”ungkapnya.

Marah K.M Manurung menambahkan, bahwa jasa asuransi pihaknya memberikan dukungan untuk aktivitas ekspor. Dalam hal ini, produk asuransi perdagangan yaitu jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung (Penjual/Bank/Institusi Keuangan Non Bank atau INKB) terhadap kemungkinan risiko kerugian.

“Risiko yang ditimbulkan akibat tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan pembayaran dari Pembeli/ Importir atau Bank pembuka L/C yang disebabkan oleh risiko komersial dan/ atau risiko politik,” papar Marah K.M Manurung.

Dalam diskusi beberapa peserta menyampaikan masalah dan usulan kepada narasumber. Beberapa pendapat yang mengemuka, antara lain asuransi ekspor selama ini menjadikan bisnis ekspor yang dilakukan pengusaha menjadikan lebih aman dan nyaman.

Selain itu, ada pertanyaan apakah asuransi ekspor tersebut akan menjadi biaya tambahan yang signifikan khususnya bagi eskportir skala kecil. Mayoritas peserta diskusi terbatas juga mengusulkan PT. Asuransi Asei Indonesia membuka kantor cabangnya di Yogyakarta, agar pelayanan asuransi ekspor menjadi lebih optimal dan dapat mendorong peningkatan ekspor di DIY. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here