Home Ekonomi Diskusi Terbatas FBE Atma Jogja: Optimisme Perekonomian Indonesia

Diskusi Terbatas FBE Atma Jogja: Optimisme Perekonomian Indonesia

33
0
Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE Atma Jogja), Rabu, 6 November 2019, menyelenggarakan diskusi terbatas Perkonomian Indonesia. (Foto: Dok. FBE Atma Jogja)

BERNASNEWS.COM — Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE Atma Jogja), Rabu, 6 November 2019, menyelenggarakan diskusi terbatas Perkonomian Indonesia,di Ruang Sidang Dekanat Atma Jogja, Yogyakarta. Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Edimon Ginting, Ph D (Ekonom Asian Development Bank/ADB Manila) dan Dr. R. Maryatmo (Dosen FBE UAJY), selaku moderator Ronny Sugiantoro, SE, MM (Wartawan Senior).

Hal tersebut disampaikan oleh Kaprodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY/ Atma Jogja, Dr. Y. Sri Susilo, M Si yang juga sebagai kordinator acara melalui keterangan tertulis yang dikirim ke Bernasnews.com, Jumat (8/11/2019). Diskusi diawali dengan sambutan Dekan FBE UAJY Budi Suprapto, Ph.D yang menyatakan, bahwa diskusi terbatas ini perlu dilakukan untuk meng-up date kondisi terkini perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Edimon Ginting menjelaskan prospek Perekonomian Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek permasalahan yang dihadapi terkait dengan melambatnya perekonomian dunia dan dampak perang dagang AS-China. Dampak nyata dari kondisi tersebut realisasi investasi langsung dan pertumbuhan ekspor menurun. “Kondisi tersebut menjadikan perekonomian Indonesia tumbuh relatif statis sekitar lima persen per tahun,” tegas Edimon.

Dalam jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menurut Edimon, adalah faktor innovation led-growth yakni inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Untuk itu perlu didukung sumber daya manusia (SDM) yang kreatif serta mempunyai kompetensi dan ketrampilan yang memadai. “Terkait dengan hal tersebut Presiden Jokowi telah menyiapkan program kerja yang berfokus pada SDM,” ujarnya.

Maryatmo dalam paparannya menyatakan, bahwa pilihan kebijakan pembangunan ekonomi Pemerintahan Jokowi, baik periode sebelumnya dan periode mendatang, sudah tepat. Dalam periode sebelumnya pembangunan ekonomi fokus pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur akan berdampak ekonomi dalam panjang panjang. “Jika dalam periode mendatang fokusnya dalam pembangunan SDM sudah tepat,” demikian pernyataan Maryatmo.

Pembangunan SDM perlu didukung dengan sistem pendidikan yang tepat dan kebijakan bidang kesehatan yang dapat mendorong produktivitas.  Maryatmo juga sependapat mengenai pentingnya innovation led-growth yang dinyatakan oleh Edimon.

Materi dari dua pembicara tersebut kemudian ditanggapi dengan atusias oleh peserta diskusi. Turut memberi tanggapan antara lain Dekan FBE UAJY, Dr. Anastasia Susty (Kaprodi Akuntansi), Dr. (Cand.) Edi Sutarta (Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan), Tabhita Indah Iswari, SE, M.Acc. M.Sc (Kepala PPBE), dan Dr. Y. Sri Susilo (Kaprodi Ekonomi Pembangunan).

“Kesimpulan dari diskusi baik pembicara dan penanggap bahwa ada optimisme Perekonomian Indonesia selama pemerintahan Jokowi. “Acara diskusi tersebut ditutup dengan pemberian cindera mata dan foto bersama,” pungkas Susilo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here