Home Ekonomi Diskusi Terbatas Ekonom Jogja dengan Ketua Dewan Komisioner OJK: “Mendukung Percepatan Vaksinasi...

Diskusi Terbatas Ekonom Jogja dengan Ketua Dewan Komisioner OJK: “Mendukung Percepatan Vaksinasi dan Pemulihan Ekonomi”

130
0
Suasana diskusi terbatas Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa bersama Ekonom Yogyakarta, Jumat (1/10/2021) malam, di Kantor OJK DIY, Jalan Sudirman, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech berkomitmen terus meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa saat berdiskusi dengan Ekonom Yogyakarta.

Acara diskusi terbatas bersama Ekonom Yogyakarta tersebut diselenggarakan, Jumat (1/10/2021) malam, di Kantor OJK DIY, Jalan Sudirman, Yogyakarta. Dihadiri oleh Adiningsih (Guru Besar FEB UGM), Mardiasmo (Guru Besar FEB UGM), Wihana Kirana Jaya (Guru Besar FEB UGM), Didi Achyari (Guru Besar FEB UGM), Edy Suandi Hamid (Guru Besar FBE UII/Rektor UWM), Eko Suwardi (Dekan FEB UGM), Rimawan Pradiptyo (Dosen FEB UGM), Amirullah Setya Hardi (Dosen FEB UGM), Bagus Santosa (Dosen FEB UGM), Siti Aisyah Tri Rahayu (Dosen FEB UNS dan Y. Sri Susilo (Dosen FBE UAJY/Atma Jogja).

Sementara, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa didampingi sejumlah deputi, staf ahli dan Kpala OJK DIY Parjiman. Wimboh menjelaskan, bahwa berbagai upaya dan kebijakan juga telah dilakukan untuk mendorong perkembangan UMKM. “Di samping itu, OJK juga telah memutuskan untuk memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023,” ungkapnya.

Perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit ini juga berlaku bagi BPR dan BPRS. “Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur termasuk pelaku UMKM,” imbuh Wimboh.

etua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa saat diskusi dengan Ekonom Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Lebih lanjut Wimboh Santoso mengatakan, OJK mendukung penuh percepatan program vaksinasi dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, termasuk di DIY. “OJK akan terus mendorong program vaksinasi dengan tujuan aktivitas ekonomi masyarakat kembali menggeliat,” imbuh Wimboh.

Terkait dengan percepatan vaksinasi tersebut, seluruh Ekonom Jogja mendukung upaya Pemerintah (Pusat dan Daerah) beserta pemangku kepentingan TNI/ POLRI, Bank Indonesia, OJK, Pengusaha (KADIN), dan komunitas masyarakat  (SONJO, GKR Indonesia dan sebagainya). “KADIN DIY telah membentuk Satgas Percepatan Vaksinasi dengan sasaran karyawan perusahaan dan UMKM,” jelas Y. Sri Susilo yang juga pengurus KADIN DIY.

Dikatakan, bahwa Satgas KADIN DIY telah melakukan vaksinasi dosis ke- 2 terhadap 46.000 karyawan dan pelaku UMKM per akhir September 2021. “Terakhir Satgas KADIN DIY melakukan sistem vaksinasi dengan sistem jemput bola dengan mendatangi ke lokasi pabrik/ perusahaan,” ungkap Susilo.

Sementara itu, Koordinator SONJO Rimawan Pradiptyo mengatakan, SONJO telah menerapkan sistem Jimpitan Vaksinasi. Dengan sistem Jimpitan tersebut, SONJO mampu menekan biaya operasional vaksinasi dengan sasasaran masyarakat di pedesaan. “Dengan Jimpitan tersebut SONJO telah berhasil seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah dan swasta untuk terlibat dalam percepatan vaksinasi, papar Rimawan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua OJK DIY Parjiman juga menjelaskan, forum diskusi terbatas antara Ketua Dewan Komisioner OJK beserta Tim dengan Ekonom Yogyakarta dilakukan setiap tiga bulan sekali dan terakhir ini merupakan putaran ke-3. “Tujuan pokok diskusi adalah mencari masukan terkait dengan kondisi dan uoaya pemulihan ekonomi di DIY, Masukan pemikiran dari Ekonomi Yogyakarta diperlukan agar program percepatan pemulihan ekonomi dapat lebih efektif dan optimal,” tandas Parjiman. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here