Home Ekonomi Diskusi Pelaku Usaha: Masukan Untuk Pemda DIY

Diskusi Pelaku Usaha: Masukan Untuk Pemda DIY

164
0
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (KPwBI DIY) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) DIY, tanggal 16-17 Maret 2020, menyelenggarakan diskusi terbatas terkait dampak pandemi Covid-19. (Foto: Dok. ISEI Jogja)

BERNASNEWS.COM — Selama dua hari berturut-turut Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (KPwBI DIY) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) DIY, Senin-Selasa, 16-17 Maret 2020, menyelenggarakan diskusi terbatas terkait dampak pandemi Covid-19 (Corona).

“Tujuan dari diskusi terbatas tersebut untuk mengumpulkan informasi dan masukan dari pelaku ekonomi agar dapat disusun rekomendasi yang tepat dan operasional. Rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada Pemda DIY,” terang Y. Sri Susilo selaku Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, melalui keterangan tertulis, Rabu (18/3/2020).

Dari kiri, Hilman Tisnawan Kepala KPwBI DIY, R. Kadarmanta Baskara Aji Sekda DIY, dan Y. Sri Susilo ISEI Cabang Yogyakarta. (Foto: Dok. ISEI Jogja)

Pada hari pertama, Senin (16/03/20), hadir dalam diskusi terbatas antara lain, R. Kadarmanta Baskara Aji (Sekda DIY), Tri Saktiyana (Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan), Haryadi Suyuti (Walikota Yogyakarta), Singgih Raharjo (Kepala Dinas Pariwisata DIY).

Serta perwakilan dari pemangku kepentingan Robby Kusumaharta (Eksportir/KADIN DIY), Bobby Ardyanto SA (Pengusaha Pariwisata/GIPI DIY), Siswanto (Dokter spesialis paru RS Akademi UGM), Gotami (GM Garuda Indonesia Yogyakarta), Bogat AR (Pengusaha Hotel/Apartemen), Amirullah Setya Hardi (ISEI Yogyakarta/FEB UGM), dan Y. Sri Susilo (ISEI Yogyakarta/ FBE UAJY).

“Kepala KPwBI DIY diberi tugas oleh Gubernur DIY untuk mengkoordinasikan rekomendasi yang terkait dampak ekonomi dari pandemi Corona,” ungkap Susilo.

Suasana diskusi pada hari pertama. (Foto: Dok. ISEI Jogja)

Pada hari kedua, Selasa (17/03/20), diskusi terbatas lebih fokus mencari masukan dari pelaku ekonomi dan bisnis. Hadir dalam diskusi terbatas tersebut perwakilan dari asosiasi pengusaha antara lain, HR Gonang Djuliastono (Wakil Ketua KADIN DIY), Syahbenol Hasibuan (Dekopin DIY), perwakilan dari GIPI, PHRI, APINDO, GAPENSI, ORGANDA, API, ASMINDO, Asosiasi Ekspotir dan Produsen Handicraft Indonesia, dan Pengelola  Kawasan Industri.

Lanjut Susilo menambahkan, disamping itu hadir tokoh pengusaha DIY antara lain, Hari Dendi dan Indro Kimpling Suseno. Dari KPwBI DIY hadir Hilman Tisnawan (Kepala) dan Miyono (Wakil Kepala). “Sedangkan dari ISEI Cabang Yogyakarta hadir Amirullah Setya Hardi (Wakil Ketua) dan Y. Sri Susilo (Sekretaris). Dari unsur Pemda DIY hadir Singgih Raharjo (Kepala Dinas Pariwisata DIY),” imbuhnya.

Robby Kusumaharto selaku Penasehat KADIN DIY, mengungkapkan, diskusi selama dua hari ini sifatnya terbatas namun intensif dalam arti masukan dari perwakilan pelaku usaha merupakan kondisi nyata di lapangan. Sementara itu, Hilman Tisnawan, Kepala KPwBI DIY, berharap, masukan dari asosiasi pengusaha dan asosiasi profesi dapat menjadi bahan masukan bagi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang segera dibentuk Pemda DIY.

“Kami berharap masukan dari asosiasi pengusaha dan asosiasi profesi dapat menjadi bahan masukan bagi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang segera dibentuk Pemda DIY,” tegas Hilman Tisnawan.

Secara garis besar ada empat kesimpulan dari diskusi terbatas selama dua hari sebagai berikut, Pertama, Kebijakan Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menekan dampak negatif wabah Corona terhadap perekonomian, dalam bentuk stimulus fiskal dan non fiscal.

Penuruan suku bunga acuan, relaksasi pengaturan penilaian kualitas asset kredit dan sebagainya sudah tepat. Di sisi lain, kebijakan stimulus tersebut masih terbatas diberikan kepada sektor industri atau sektor usaha tertentu. Dengan kata lain belum diberikan kepada seluruh sektor ekonomi yang terdampak.

Kedua, implementasi kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam implementasi di daerah seringkali masih terjadi kesenjangan waktu (time lag) sehingga diperlukan upaya percepatan agar kebijakan stimulus segera dapat diimplentasikan dan pelaku usaha di DIY segera dapat menikmati.

Ketiga, seluruh perwakilan asosiasi pengusaha atau pelaku usaha menyatakan usahanya terdampak wabah Covis-19. Derajad terdampak masing-masing sektor usaha berbeda-beda tergantung jenis usahanya. Sektor pariwisata (hotel, restoran, jasa wisata, dan transportasi) dalam dua bulan terakhir (Februari – Maret 2020) paling besar terkena dampak dibandingkan sektor usaha yang lain.

Sebagai contoh, hotel dan restoran di DIY selama bulan Februari-Maret 2020 diperkirakan kerugian (loss) sebesar Rp 33,6 milyar. Di samping itu banyak event baik Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang direncanakan bulan Maret dan April dibatalkan atau ditunda. Hal ini tentu berdampak signifikan terhadap roda perekonomian DIY.

Sebagian peserta pada diskusi hari kedua dari kiri, Hilman Tisnawan Kepala KP wBI DIY, Miyono Wakil Kepala KPwBI DIY, Robby Kusumaharta Penasehat KADIN DIY, dan Gonang Djuliastono Wakil Ketua KADIN DIY. (Foto: Dok. ISEI Jogja)

Keempat, Rencana Pemda DIY untuk membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mendapat dukungan sepenuhnya dari pelaku usaha. Gugus Tugas yang operasionalnya menggunakan anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Provinsi dan Kabupaten/ Kota diharapkan juga dapat membantu “kesulitan” yang dihadapi oleh pelaku usaha di DIY.

Sementara para pelaku usaha mendukung sepenuhnya Pemda DIY untuk tidak mengisolasi wilayah DIY (Lockdown) dan juga mendukung gerakan “social distancing” untuk mencegah penyebaran pandemik Covid-19.

“ISEI Cabang Yogyakarta sebagai organisasi profesi di bidang ekonomi yang anggotanya mempunyai kompetensi yang memadai selalu siap memberikan sumbangan pemikiran yang obyektif dan tepat terkait dengan dampak ekonomi dari wabah Corona,” demikian pungkas Y. Sri Susilo selaku Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here