Home Ekonomi Diskusi Informal Terbatas ISEI Jogja: ‘Optimisme Pertumbuhan Ekonomi DIY’

Diskusi Informal Terbatas ISEI Jogja: ‘Optimisme Pertumbuhan Ekonomi DIY’

97
0
Suasana Diskusi Informal Terbatas ISEI Cabang Yogyakarta, Sabtu (30/10/2021), di Lobiantoro Arwana, Wirobrajan, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama dalam perekonomian. Roda kegiatan ekonomi di suatu wilayah tercermin dari pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dihitung dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk level negara atau pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin menerbitkan data pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah setiap triwulan. Untuk Triwulan III-2021 akan dipublikasikan pada tanggal 5 November 2021. Berkaitan sengan hal tersebut ISEI Cabang Yogyakarta didukung oleh sebuah produk bakpia menyelenggarakan diskusi informal dengan topik ‘Optimisme Pertumbuhan Ekonomi DIY’, Sabtu (30/10/21), di Lobiantoro Arowana, Wirobrajan, Yogyakarta.

Diskusi terbatas tersebut digelar usai acara gowes bersama, hadir selaku narasumber Wakil Ketua I ISEI Cabang Yogyakarta Amirullah Setya Hardi, Wakil Ketua III ISEI Cabang Yogyakarta Bogat AR, Y. Sri Susilo selaku Dosen FBE UAJY, serta Wakil Ketua IV ISEI Cabang Yogyakarta Bakti Wibawa sebagai moderator. Juga hadir pengurus ISEI Cabang Yogyakarta yaitu Lobiantoro (Pengusaha Bakpia) dan Rudy Hartono (Pengusaha Mebel).

“Prediksi saya pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan III-2021 dengan skenario moderat  tetap tumbuh positif dan jika menerapkan skenario optimis maka bisa mendekati pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II-2021”, jelas Amirullah yang juga dosen FEB UGM, melalui rilis yang dikirim, Minggu (31/10/2021).

Menurut Amirullah, pertumbuhan ekonomi Triwulan III-2021 dimungkinkan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya karena penerapan PPKM level 3 dan 4. Kebijakan tersebut menjadikan aktivitas produksi dan konsumsi juga menurun sehingga dimungkinkan pertumbuhan ekonomi juga menurun.

Selanjutnya Amirullah menegaskan meskipun pada Triwulan III-2021 diterapkan PPKM level 3 dan 4, namun berdasarkan data periode 2010-2020 pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III paling tinggi, termasuk pada Triwulan III-2020 dalam periode Pandemi Covid-19.

“Sikap optimis harus dibangkitkan untuk pertumbuhan Triwulan IV-2021, hal tersebut terkait penerapan PPKM Level 2 di DIY, sehingga sampai akhir tahun 2021 perekonomian ekonomi DIY tetap tumbuh positif,” ungkap Bogat AR yang juga Pemilik dan Pengelola The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta.

Dikatakan, setelah penerapan PPKM level 2, roda kegiatan ekonomi di DIY meningkat termasuk kegiatan pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, transportasi, destinasi wisata dan sebagainya.

Terkait dengan kegiatan pariwisata, Bogat AR berharap pelaku usaha pariwisata memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan (Cleanliness), Kesehatan (Health), Keselamatan (Safety), dan Kelestarian Lingkungan (Environment) atau yang dikenal dengan CHSE.

Sementara itu, Y. Sri Susilo selaku Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta dan Pengurus KADIN DIY menegaskan, bahwa otimisme pertumbuhan ekonomi di DIY harus dibaca dan disikapi dengan bijak. “Bijak mencermati angka pertumbuhan ekonomi dalam arti juga harus dilihat pertumbuhan ekonomi masing-masing sektor atau lapangan usaha termasuk jenis usanya. Pasalnya ada sektor usaha yang tumbuh positif namun juga masih yang ada tumbuh negative,” paparnya.

Dengan demikian, imbuh Susilo, pertumbuhan ekonomi positif tidak boleh diartikan seluruh sektor dalam perekonomian mengalami pertumbuhan yang positif. Sebagai contoh, pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II-2021 yang sebesar 11,81% (yoy) ternyata terdapat lapangan usaha yang tumbuh negatif seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami sebesar 26,0%.

Untuk diketahui, kegiatan diskusi informal terbatas ISEI Cabang Yogyakarta dislenggarakan rutin setiap hari Sabtu pagi setelah acara nggowes bersama. “Narasumber dan peserta merupakan pengurus ISEI Cabang Yogyakarta baik dari kalangan akademisi, pengusaha, birokrasi, penentukan kebijakan (BI dan OJK) serta media massa,” terang Y. Sri Susilo yang juga sebagai koordinator diskusi. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here