Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeEkonomiDiskusi Informal ISEI Jogja: Pariwisata dan Pendidikan Penggerak Ekonomi DIY

Diskusi Informal ISEI Jogja: Pariwisata dan Pendidikan Penggerak Ekonomi DIY

bernasnews.com — Kegiatan pariwisata dan pendidikan tinggi merupakan aktivitas yang dapat mendorong pertumbuatan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kedua kegiatan ekonomi tersebut dianggap sebagai motor pertumbuhan ekonomi DIY.

Pademi Covid-19 yang melanada sejak tahun 2022 menjadikan pariwisata dan pendidikan menghentikan aktivitasnya untuk sementara, sehingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Untuk pembahasan hal tersebut, ISEI Cabang Yogyakarta menggelar diskusi informal, di Gedung Heritage Bank Indonesia Yogyakarta, Minggu (31/7/2022).

Ketua Bidan II PP ISEI Dody Budi Waluyo (Kiri) dan Ketua ISE Cabang Yogyakarta Eko Suwardi. (Foto: Istimewa)

Dalam diskusi tersebut  hadir Dody Budi Waluyo (Ketua Bidang II Pengurus Pusat ISEI / Deputi Gubernur Bank Indonesia/BI), Arlyana Abubakar (Pengurrus Pusat ISEI/ Direktur BI Institute/ BINS), dan Budiharto Setyawan (Kepala Perwakilan BI DIY). Dari ISEI Cabang Yogyakarta hadir Eko Suwardi (Ketua), Bakti Wibawa (Wakil Ketua IV), Y. Sri Susilo (Sekretaris) dan Hari Kusuma SN (Wakil Sekretaris I).

“Di wilayah destinasi wisata seperti Yogyakarta, bergeraknya kembali kegiatan pariwisata menjadi salah satu faktor yang dapat menpercepat pemulihan ekonomi,” ungkap Dody Budi Waluyo, mengawali diskusi.

Menurut dia, pariwisata mempunyai efek pengganda yang signifikan untuk menggerakkan beberapa sektor atau kegiatan ekonomi lain yang terkait. “Sektor termaksud antara lain hotel dan penginapan, jasa transportasi, jasa pariwisata lainnya, serta restoran, makanan dan minuman,” kata Dody.

Sementara, Budiharto Setyawan mengungkpakan, bahwa salah satu bentuk nyata dukungan BI untuk mempercepat pemulihan ekonomi melalui pariwisata adalah melakukan kegiatan, gathering dan sejenisnya di wilayah destinasi wisata. Sebagai contoh, Kantor Perwakilan BI DIY menyelenggarakan gathering di Batu, Malang.

“Kemudian BI Institute (BINS) menyelenggarakan acara yang sama di Yogyakarta. Departemen di lingkungan BI juga menyelengarakan kegiatan di wilayah destinasi wisata lain, yang bertjuan untuk mendukung bergeraknya kegiatan pariwisata yang berujung terjadinya percepatan pemulihan ekonomi,” beber Budiharto.

Nara sumber dan peserta diskusi informal foto bersama. (Foto: Istimewa)

“Kegiatan pendidikan tinggi selama ini juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul,” tegas Eko Suwardi.

Lanjut dia, indikator kontribusi pendidikan tinggi tersebut dapat dilihat dari jumlah kiriman uang untuk biaya hidup bagi mahasiswa yang kost/ mondok dan munculnya kegiatan usaha di sekitar kampus yang mendukung aktivitas mahasiswa.

“Kegiatan usaha tersebut antara lain jasa kost/ pondokan, warung makan dan minum, jasa laundry, jasa foto copy, dan sebagainya,” terang Eko Suwardi.

Dalam diskusi informal yang hangat itu, Y. Sri Susilo menambahkan, bahwa dari data BPS ekspor non-migas DIY juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Pada Triwulan I 2022, eskpor DIY tumbuh sebesar 18,87 persen.

“Sementara kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi DIY pada tahun 2021 mencapai 8,54 persen,” ujar Y. Sri Susilo, yang juga sebagai pengurus KADIN DIY, dosen dan penggiat pariwisata. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments