Home News Diskominfo DIY Ajak Warga Jogja Lebih Bijak Cerna Informasi untuk Hindari Hoaks

Diskominfo DIY Ajak Warga Jogja Lebih Bijak Cerna Informasi untuk Hindari Hoaks

282
0
Ilustrasi menggunakan smartphone. (Foto: pixabay/6689062)

BERNASNEWS.COM – Dinasi Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY mengungkapkan sejak pandemi corona masuk ke Indonesia tahun 2020 lalu, sudah ada lebih dari 2.600 berita hoaks beredar di masyarakat. Angka ini tentu cukup memprihatinkan karena membuat masyarakat menerima informasi yang keliru.

“Per hari kira-kira 5 hoaks, ini kan cukup luar biasa. Artinya setiap hari kita menerima berita lima minimal yang berisi tentang hoaks,” ujar Kepala Dinas Kominfo DIY, Rony Primanto, Selasa (6/7/2021).

Dari ribuan berita hoaks itu, 700 berita diantaranya adalah soal vaksin COVID-19/ Penyebaran berita hoaks paling banyak terjadi di media sosial yaitu facebook, twitter, instagram, dan Youtube.

Ada sejumlah alasan yang membuat masyarakat mudah termakan hoaks. Salah satunya adalah kemauan untuk membaca informasi secara keseluruhan. Biasanya, masyarakat hanya akan membaca judulnya saja.

“Masyarakat malas klarifikasi, yang terpenting sudah ada judulnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan apabila berita-berita hoaks itu sampai dibaca oleh orang-orang dengan tingkat literasi yang rendah maka akan membuat orang  memiliki pandangan yang salah.

“Banyak berita dibuat itu ada yang terkait dengan sumber berita yang tidak jelas. Kemudian dengan link-link yang sudah lama tapi di-upload kembali,” sambungnya.

Diskominfo DIY pun membagikan tips agar masyarakat lebih waspada untuk membaca informasi agar tak termakan berita hoaks. Mulai dari membaca dalam keadaan tenang, melakukan identifikasi, hingga memastikan sumber berita kredibel.

“Kita juga harus melihat isinya, kalimat dalam berita kayak apa. Kalau ada kalimat provokatif, viralkan, sebarkan, atau mungkin kamu harus sebarkan, kalimat yang provokatif itu mengindikasikan kalau berita tersebut adalah hoaks,” ungkapnya.

Polda DIY mengungkapkan bahwa ada hukuman bagi masyarakat yang menyebarkan berita hoaks. Jika sampai menyebarkan hoaks tentu saja ada sanksi atau hukumannya. Penyebar hoaks dapat diancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE) yang menyatakan “Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Untuk itu, pihaknya menegaskan jika masyarakat tahu ada indikasi-indikasi hoaks cukup dihapus saja. Kemudian dihentikan atau tidak perlu disebarluaskan lagi. Masyarakat diharapkan lebih teliti membaca informasi sebelum disebarluaskan

“Jangan ikut-ikutan menyebarkan, kalau selama ini ada akun-akunpenyebar hoaks bisa diunfollow,” kata Kabaghumas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here