Home News Dirlantas Polda Jateng Ingatkan Masyarakat Waspadai Arus Balik

Dirlantas Polda Jateng Ingatkan Masyarakat Waspadai Arus Balik

54
0
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Arman Achdiat (memegang mik). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Masyarakat diminta untuk mewaspadai lonjakan kendaraan pada arus balik libur Idul Adha 1441 yang diperkirakan terjadi pada Minggu (2/8/2020). Diperkirakan ada sekitar 200 ribu kendaraan akan melewati Jawa Tengah menuju Jabodetabek. Prediksi ini salah satunya didasarkan pada lonjakan arus mudik yang terjadi pada Kamis (30/7/2020).

“Mari kita waspadai kemungkinan terjadi lonjakan arus balik pada Minggu (2/8/2020) besok. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak berwenang untuk menjaga agar lonjakan tersebut tidak menyebabkan kemacetan yang parah. Yang penting keselamatan masyarakat terjaga dan terhindar dari penularan virus Covid-19,” kata Kombes Pol Arman Achdiat, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, saat dihubungi wartawan di Semarang, Sabtu (1/8/2020).

Dikatakan, dari laporan yang ada sebelumnya, ada 200 ribu lebih kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui jalan tol pada arus mudik Kamis (30/7) dan Jumat (31/7) sehingga terjadi kemacetan panjang di ruas tol Jakarta-Cikampek. Melonjaknya arus kendaraan di tol tersebut, sebagian besar menuju Jawa tengah, Yogyakarta dan sebagian ke Jawa Timur. Jumlah itu belum termasuk kendaraan yang masuk ke Jawa tengah melalui jalur biasa. Dengan demikian diperkirakan ada arus balik yang cukup besar.

“Tidak tertutup kemungkinan kendaraan yang semula melalui jalur biasa, namun karena ingin cepat maka saat balik memilih memakai jalan tol. Begitu juga sebaliknya. Kemungkinan itu harus diwaspadai supaya Kamseltibcarlantas tetap terjaga,” ujar perwira polisi lulusan Akpol 1992 ini.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Arman Achdiat. Foto : Istimewa

Dia mengaku ada kemungkinan arus balik terjadi sampai Senin (3/8/2020), meski puncaknya terjadi pada Minggu (2/8/2020). “Kalau bicara kemungkinan, ya pasti selalu ada. Karena itu dalam mengantisipasi kami memakai berbagai strategi, termasuk membuat keputusan cepat karena kondisi. Perlu kami sampaikan bahwa setiap kebijakan pengaturan dan diskresi selalu dilandasi data faktual dan kondisi aktual,” tegas Kombes Pol Arman Achdiat.

Ketika ditanya apakah akan meminta pengelola tol memberlakukan contraflow, seperti yang terjadi saat arus mudik, Arman menyatakan sangat tergantung keadaan. Kalau dipandang perlu, pasti akan dilakukan. Rekayasa lalu lintas, termasuk di ruas tol, bukan hanya pemberlakuan contraflow, tapi bisa juga dengan menutup sementara gerbang tol bla diperlukan. Selain itu, bisa juga mengalihkan arus ke luar tol untuk sementara agar Kamseltibcarlantas terjaga.

Kombes Pol Arman Achdiat pun mengimbau masyarakat yang akan berkendara agar mempersiapkan secara cermat kebutuhannya, termasuk kelengkapan surat dan peralatan pendukung. “Surat-surat seperti SIM dan STNK, wajib ada. Peralatan PPPK dan segitiga pengaman, tidak boleh dilupakan. Persediaan minum dan makan darurat juga perlu. Kalau mau lewat tol, jangan lupa cek saldo uang elektronik agar tidak mengganggu kelancaran. Jangan lupa pakei masker dan siapkan hand sanitizer juga,” kata Arman mengingatkan.

Dikatakan, selain menyiagakan personel di pos-pos pengamanan yang ada, jajaran Polda Jateng juga menyiapkan 73 petugas PJR di ruas tol Selain itu, disiagakan personel lainnya untuk melaksanakan Turjawali (pengaturan, penjagaan , pengawalan dan patrol) di beberapa ruas.

Menurut Kombes Pol Arman Achdiat, Jawa Tengah memiliki 26 exit tol dengan 3 jalur panjang yaitu Adiwerna Tegal Slawi – Gandulan Pemalang sepanjang 30 km, Gandulan – Pekalongan 30 km dan yang terpanjang Kandeman – Weleri 36 km. Di sepanjang tol terdapat 16 rest area, delapan di jalur A dan 8 lainnya di jalur B. Rest area yang ada memiliki dua kategori tipe A memiliki fasilitas umum ditambah dengan adanya SPBU dan tipe B hanya fasilitas umum, tanpa SPBU. Tipe A terdapat di 9 lokasi dan tipe B tujuh lokasi.

Dirlantas Polda Jateng mengimbau para pengelola angkutan barang agar sebisa mungkin menyesuaikan jadwal perjalanan armadanya dengan memperhitungkan kemungkinan terjadinya puncak arus balik. Penjadwalan yang baik perlu untuk efisiensi, karena jika berada di arus padat kebutuhan bahan bakarnya melonjak dan faktor risikonya naik.

Sementara Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengimbau pengemudi mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih untuk tidak kembali ke Jakarta melalui jalan tol selama periode libur Idul Adha agar mengurangi kemacetan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan imbauan ini demi kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan.

Arman Achdiat juga menegaskan imbauan itu sebagai hal yang memang perlu dan berguna bagi semua pihak termasuk pengelola angkutan barang. “Kami hanya bisa mengimbau, tidak bisa melarang karena tidak ada dasar pelarangannya. Tapi imbauan ini dilandasi pengalaman dan akal sehat. Pengusaha pasti tahu bagaimana harus menyikapinya,” kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here