Home News Dirjen KSDAE KLHK Apresiasi GL Zoo

Dirjen KSDAE KLHK Apresiasi GL Zoo

289
0
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Ir Wiratno MSc didampingi Dirut GL Zoo KMT A Tirtodiprojo (Joko) meninjau GL Zoo, Sabtu (16/5/2020). Foto : Humas GL Zoo

BERNASNEWS.COM – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan  Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Ir Wiratno MSc mengapresiasi kondisi Gembira Loka Zoo (GL Zoo). Sebab, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, kebun binatang kebanggan masyarakat Yogyakarta ini masih mampu mencukupi kebutuhan pakan dan asupan gizi untuk satwa koleksinya.

“Saya apresiasi dengan Bonbin (GL Zoo). Sebagai lembaga konservasi (LK) umum yang penghasilannya sepenuhnya dari pengunjung, dalam kondisi tutup akibat pendemi Covid-19, GL Zoo tetap mampu memenuhi kebutuhan pakan dan kesehatan satwanya,” tutur Wiratno di sela meninjau kondisi satwa di GL Zoo pada masa pandemi Covid-19, Sabtu (16/5/2020).

Dirut GL Zoo KMT A Tirtodiprojo (kiri) menerima Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Ir Wiratno MSc saat meninjau kondisi GL Zoo, Sabtu (16/5/2020). Foto : Humas GL Zoo

Wiratno mengatakan sejumlah kebun binatang dan LK masih mampu menghidupi satwa koleksinya. Sedangkan kebun binatang lain yang tidak mampu membiayai pakan dijanjikan akan dibantu pemerintah. “Status hewan yang dilindungi itu milik negara, maka pemerintah bertanggungjawab membantu, termasuk relaksasi pajak,” kata Wiratno seperti yang dikutip dalam rilis Humas GL Zoo yang dikirim ke Bernasnews.com, Sabtu (16/5/2020).

(Baca juga : Meski GL Zoo Tutup Sementara, Pakan Satwa Masih Aman)

Menurut Wiratno, dalam kondisi paceklik pendapatan nol seperti sekarang, GL Zoo tak pernah minta bantuan untuk mencukupi kebutuhan pakan satwanya. Tapi justru banyak inovasi dan dukungan dari masyarakat, termasuk Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang membantu pakan tikus putih untuk kebun binatang ini. “Di sini punya strategi, manajemen GL Zoo bagus. Sekarang ini GL Zoo akreditasinya B ‘gemuk’. Semoga nanti meningkat jadi A,” harapnya.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Ir Wiratno MSc bersam Dirut GL Zoo KMT A Tirtodiprojo (Joko) meninjau kondisi GL Zoo, Sabtu (16/5/2020). Foto : Humas GL Zoo

Dirut GL Zoo KMT A Tirtodiprojo (Joko) mengaku banyak belajar dengan bencana yang terjadi di Yogyakarta, seperti gempa bumi, kasus flu burung, letusan Gunug Merapi, yang menjadikan dirinya harus mengevaluasi dan membuat cadangan pakan satwa hingga enam bulan ke depan. Dan sampai Agustus nanti masih ada cadangkan pakan satwa.

(Baca juga : GL Zoo Edukasi Pecinta Satwa Lewat Instagram dan Youtube)

Biaya opearasional GL Zoo, menurut Joko, mencapai Rp 1,5 miliar per bulan, baik untuk pakan satwa maupun membayar gaji karyawan. Saat ini, masyarakat cuup banyak yang berinsiatif dan berpartisipasi memyumbang pakan satwa koleksinya, trmasuk kerjasama dengan supermarket. Jualan buah-buahan di supermarket yang tidak layak dikonsumsi manusia, tapi masih layak untuk binatang bisa dimanfaatkan di GL Zoo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here