Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiDirjen Hortikultura: Potensi Pertanian DIY dan Sleman Luar Biasa

Dirjen Hortikultura: Potensi Pertanian DIY dan Sleman Luar Biasa

bernasnews.com — Potensi pertanian di DIY dan Sleman ini sangat luar biasa, kita patut bersyukur dapat tinggal di Pulau Jawa karena memiliki banyak tanah yang subur. Demikian disampaikan oleh Dirjen Hortikultura Kementan RI, Prihasto Setyanto, Rabu (1/6/2022), saat berkunjung ke Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto dan Wakil Bupati Sleman beserta jajaran melakukan peninjauan di kebun stroberi, anggrek, dan cabai yang dikelola warga sekaligus memberikan bantuan pertanian. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian DIY, Sugeng Purwanto dan Plt. Kepala dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono.

RombonganDirjen Hortikultura Kementan RI didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (Kiri nomor 3) saat meninjau di salah satu tempat pembibitan hortikultura. (Foto: Istimewa)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berharap Kementrian Pertanian RI dapat mengetahui potensi pertanian khususnya di Glagaharjo, serta mendengar keluhan yang selama ini dirasakan petani hortikultura.

“Hortikultura di Kabupaten Sleman memiliki potensi yang besar, diantaranya terdapat komoditas unggulan seperti salak pondoh, cabai, dan bawang merah,” terang Danang, saat menerima Rombongan Dirjen Hortikultura Kementan RI, di Bukit Klangon dan Teras Merapi, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Dikatakan, saat pandemi covid 19 sektor pertanian ini mampu menjadi cara untuk mempertahankan ekonomi warga ketika sektor lain sedang terpuruk ketika pandemi. “Saya berharap masyarakat dapat berdaya melalui sektor pertanian ini dan syukur-syukut bisa berkambang menjadi mata pencaharian utama warga.” pinta Danang.

Selain itu, imbuh Danang, Kabupaten Sleman telah melakukan sistem pemasaran di Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) dengan aplikasi Panen.id, yang membantu pemasaran komoditas melalui mekanisme lelang digital.

“Khusus di Glagaharjo saat ini, perkembangan pertanian hortikultura mengalami peningkatan pesat terutama setelah penutupan lahan tambang. Saat ini terdapat 11 kelompok tani, 12 kelompok ternak dan 4 kelompok wanita tani (KWT) di Glagaharjo,” beber Wabup Sleman.

Dirjen Hortikultura Kementan RI, Prihasto Setyanto (Kanan) menerima cindera mata berupa tanaman anggrek Vanda Tricolor, anggrek endemik lereng Merapi dari Lurah Glagaharjo, Sleman. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementan RI, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa daerah rawan bencana seperti di Glagaharjo ini menjadi perhatian Kementan RI. Menurut dia, lahan di kawasan gunung berapi sangat subur dan perlu dikembangkan menjadi lahan pertanian hortikultura.

“Potensi pertanian di DIY dan Sleman ini sangat luar biasa, kita patut bersyukur dapat tinggal di Pulau Jawa karena memiliki banyak tanah yang subur,” ungkap dia.

“Bantuan nanti yang akan diberikan harus dapat memberikan manfaat jangka panjang dan tidak hanya seremonial saja,” tandas Dirjen Hortikultura Kementan RI.

Setelah melakukan peninjauan, Prihasto beserta jajarannya akan mengkonsepkan sistem pertanian hortikultura di Kabupaten Sleman, termasuk Glagaharjo. Konsep mulai dari sebelum tanam sampai nanti akan dipasarkan.

Dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan kepada 6 Gapoktan yang ada di Sleman, yakni Tirto Sembodo, Perkumpulan Petani Puncak Merapi, Peduli Tani, Madu Makmur, Trimullyo, dan Sidoarum Turi.  Pada akhir acara, lurah Glagaharjo memberikan kenang-kenangan kepada Dirjen Hortikultura berupa anggrek endemik lereng Merapi yakni Anggrek Vanda Tricolor. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments