Home Pariwisata Dinpar Kota Gelar Pawai Alegoris Harmoni dan Launching Inovasi Sport Tourism Monalisa

Dinpar Kota Gelar Pawai Alegoris Harmoni dan Launching Inovasi Sport Tourism Monalisa

210
0
Sejumlah penari tampil memeriahkan pembukaan Pawai Alegoris Harmoni Jogja bersamaan dengan launching Inovasi Sport Tourism Monalisa yang dibuka Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Ndalem Pujokusuman, pada Selasa, 15 Juni 2021. Foto: Dok Dinpar Kota

BERNASNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta menggelar      Pawai Alegoris Harmoni Jogja bersamaan dengan launching Inovasi Sport Tourism Monalisa pada Selasa, 15 Juni 2021. Acara tersebut dibuka oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Ndalem Pujokusuman..

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko SE MM mengatakan Pawai Alegoris HarmoniJogja merupakan kegiatan hybrid untuk menguatkan pariwisata di Kota Yogyakarta, khususnya di bagian selatan. Kegiatan dengan tema heritage in harmony berisi penampilan dari kampung-kampung wisata melibatkan sanggar-sanggar di Kota Yogyakarta.

Selain menampilkan atraksi seni, kegiatan ini juga memperkenalkan potensi wisata seperti Pojok Beteng Wetan, Embung Taman BudayaGgiwangan dan Situs Warungboto. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan kepariwisataan Kota Yogyakarta yaitu pengembangan daya tarik wisata yang dapat memberikan kontribusi positif, menguatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan aktivitas kepariwisataan yang sesuai dengan nilai luhur budaya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.

Ia berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap tahun, agar mampu memunculkan persepsi positif di masyarakat terhadap potensi wisata Kota Yogyakarta bagian selatan secara komprehensif,  khususnya di bidang seni, budaya dan kuliner sekaligus dapat menjadi agenda wisata tahunan yang dinantikan wisatawan.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta Wahyu Hendratmoko SE MM menyaksikan Pawai Alegoris Harmoni Jogja bersamaan dengan launching Inovasi Sport Tourism Monalisa di Ndalem Pujokusuman, pada Selasa, 15 Juni 2021. Foto: Dok Dinpar Kota

Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari, pada tanggal 15-16 Juni 2021 secara tatap muka terbatas untuk pembukaan dan penutupan. Pengambilan gambar atraksi seni dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19 secara disiplin, dengan mengatur waktu masing-masing penampil. Kegiatan ini jug ditayangkan secara virtual.

Selain Pawai Alegoris Harmoni Jogja, pada cara pembukaan dilakukn launching Inovasi Sport Tourism Monalisa (Menikmati Harmoni Jogja dengan Lima Jalur Sepeda Wisata), sehingga diharapkan dapat menjadi wahana promosi potensi wisata yang ada dan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta Drs H Haryadi Suyuti mengatakan, pembangunan pariwisata di Kota Yogyakarta merupakan salah satu isu strategis pembangunan perekonomian di wilayah ini. Kegiatan pariwisata merupakan salah satu penggerak roda perekonomian yang mempunyai dampak multi efek di semua sektor. Tingkat hunian hotel, keramaian kuliner, transportasi hingga pedagang kaki lima yang menjajakan sajian khas masing-masing pasti akan turut terdampak oleh kuat lemahnya arus pariwisata di Kota Yogyakarta ini.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta Wahyu Hendratmoko SE MM menyaksikan para pesepda dalam launching Inovasi Sport Tourism Monalisa di Ndalem Pujokusuman, pada Selasa, 15 Juni 2021. Foto: Dok Dinpar Kota

Namun di sisi lain situasi pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh belahan dunia ini membuat dunia pariwisata sangat terpukul. Pergerakan wisatawan menjadi terbatas, kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang untuk menarik wisatawan diminimalkan sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta mengalami penurunan.

Pawai Alegoris Harmoni Jogja diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi dalam menghadapi pandemi dan tentu saja sebagai media untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Yogyakarta di bagian selatan.

Selain itu acara ini juga sebagai pengenalan dan wujud eksistensi kampung-kampung wisata, sanggar-sanggar tari serta para seniman yang ada di Kota Yogyakarta yang memiliki keanekaragaman dan keunikan yang luar biasa. Selanjutnya acara ini juga berperan untuk mengenalkan potensi-potensi wisata yang masih belum tereksploitasi secara maksimal.

Dalam mengembangkan potensi pariwisata Kota Yogyakarta ini, diperlukan rencana yang tepat mengenai upaya pengembangan, penataan juga pemeliharaan terhadap potensi wisata yang ada. Selain itu, diperlukan peningkatan promosi wisata yang optimal, kerjasama dan koordinasi yang strategis baik di antara masyarakat, pemerintah dan swasta sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan maupun lama tinggal wisatawan.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta Wahyu Hendratmoko SE MM pada acara pembukaan Pawai Alegoris Harmoni Jogja bersamaan dengan launching Inovasi Sport Tourism Monalisa di Ndalem Pujokusuman, pada Selasa, 15 Juni 2021. Foto: Dok Dinpar Kota

Pawai Alegoris Harmoni Jogja diharapkan juga mampu menjawab tantangan dengan menciptakan atraksi pawai yang kreatif, atraktif dan dapat mensinergikan berbagai lapisan masyarakat di Kota Yogyakarta, sehingga ke depan promosi dan pengembangan pariwisata di Kota Yogyakarta ini akan semakin optimal, kampung-kampung wisata beserta sanggar-sanggar serta seniman-senimannya dapat semakin dikenal.

Selain itu setelah pandemi berakhir tentunya wisatawan akan semakin banyak yang berkunjung dan dampaknya akan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat. Dan tetap dilaksanakan dengan menggunakan protokoler pencegahan Covid-19.

Menjawab tantangan ke depan dalam promosi pariwisata pada kesempatan kali ini juga dilakukan launching Inovasi Sport Tourism Monalisa atau Menikmati Harmoni Jogja dengan Lima Jalur Sepeda Wisata. Program ini diluncurkan setelah melihat antusiasme warga dan wisatawan bersepeda di jalanan Kota Yogyakarta.

Ibarat simbiosis, maka dengan Monalisa ini diharapkan akan tercipta simbiosis mutualisme antar pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pariwisata di Kota Yogyakarta yang saling menguntungkan. Program ini tidak akan berhasil apabila hanya ada peran pemerintah, namun juga ada kampung wisata, PHRI, ASITA, HPI dan stakeholder pariwisata lain untuk promosi sampai dengan bagaimana penyediaan sepeda untuk wisatawan. Apabila ini bisa berjalan maka pariwisata di Kota Yogyakarta akan terus berkembang. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here