Home News Dinas Pariwisata DIY Lakukan Monitoring di Sejumlah Industri Pariwisata DIY

Dinas Pariwisata DIY Lakukan Monitoring di Sejumlah Industri Pariwisata DIY

406
0
Dinas Pariwisata DIY melakukan monitoring dan evaluasi, tanggal 26 Desember 2020 - 1 Januari 2021, di sejumlan industri pariwisata DIY. Tampak dalam foto Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd (kiri) sedang berbincang dengan pelaku wisata di Pantai Mesra, Gunungkidul. (Foto: Kiriman Marlina Handayani, Dinpar DIY)

BERNASNEWS.COM — Sehubungan dengan masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru) dan menindaklanjuti arahan agar tetap memantau penerapan standar operasional prosedur (SOP) Protokol Kesehatan di Industri Pariwisata DIY. Dinas Pariwisata DIY melakukan monitoring dan evaluasi, tanggal  26 Desember 2020 – 1 Januari 2021, di sejumlan industri pariwisata DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd (baju putih) saat bincang-bincang dengan petuga Tim SAR, di Pantai Mesra, Gunungkidul. (Foto: Kiriman Marlina Handayani, Dinpar DIY)

“Pemantauan meliputi industri pariwisata yang ada di Kota Yogyakarta dan 4 Kabupaten se-DIY, termasuk hotel, resto, tempat kuliner dan distinasi wisata,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd, melalui rilis yang dikirim, Kamis (31/12/2020).

Dikatakan, pemantauan pada tanggal 26 Desemebr 2020, dilakukan di lokasi obyek wisata Pantai Glagah dan Sungai Mudal, Kabupaten Kulon Progo. Pada tanggal 27 Desember 2020, pemantauan di Puncak Sosok dan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul. “Pemantauan selanjutnya, pada hari ini 31 Desember 2020,  dilakukan di lokasi destinasi Pantai Baron, Krakal, Slili, Pantai Mesra dan HEHA, Kabupaten Gunungkidul,” ujar orang nomor satu di Dinpar DIY.

Menurut Singgih, dari pemantuan diperoleh hasil bahwa secara umum terdapat penurunan kunjungan di beberapa destinasi selama pandemi dan musim liburan Nataru. Juga pengelola telah menerapkan Protokol Kesehatan di semua titik destinasi yang telah dilakukan monitoring. Jumlah wisatawan relative rendah dan kondisi occupancy hotel rata-rata 30 persen.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd (kiri) mendengarkan dengan saksama penjelasan dari pengelola destinasi wisata di Kabupaten Kulon Progo. (Foto: Kiriman Marlina Handayani, Dinpar DIY)

Penerapan reservasi dan pembayaran secara online, lanjut Singgih, belum diterapkan secara keseluruhan di destinasi yang dilakukan pemantauan. Hal itu dikarenakan kendala koneksi internet. “Trend kunjungan wistawa terjadi pergeseran lebih kepada kunjungan oleh keluarga atau single tourism,” katanya.

Sementara rombongan keluarga wisatawan yang mengaku dari Jawa Barat saat ditemui di Pantai Mesra, Gunungkidul mengungkapkan, sangat terkesan dengan keindahan destinasi wisata di DIY, khususnya pantai dan terlebih dengan penataan dan landscape Pantai Mesra. “Tertata dengan indah dan bagus, bersih, rapi, serta jalan setapak teratur,” ujarnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here