Home News Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Berikan Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan WBCB

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Berikan Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan WBCB

84
0
Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan penjurian dan pemberian apresiasi kelestarian serta perawatan WBCB, Selasa (28/9/2021), di Hotel Phoenix, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Pembangunan serta perkembangan kota yang semakin masif, dikhawatirkan dapat merusak atau bahkan menggusur keberadaan suatu Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB) yang ada, serta merupakan bagian dari heritage sejarah kota itu sendiri.

Dalam rangka mendukung upaya masyarakat dalam melestarikan dan merawat bangunan WBCB, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan penjurian dan pemberian apresiasi kelestarian serta perawatan, Selasa (28/9/2021), di Hotel Phoenix, Yogyakarta.

Salah seorang juri secara simbolis menyerahkan apriasi dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta kepada seorang warga masyarakat yang secara aktif melestarikan dan merawat WBCB yang dimiiikinya, (Foto: Istimewa)

Kegiatan penjurian WBCB dilakukan dengan menghadirkan juri dari Tim Ahli Cagar Budaya antatara lain, Dr. Ir. Revianto Budi Santosa, M Arch, Fahmi Prihantoro, SS., SH., MA dan Azis Yon Haryono, S.T., M Sc. Juga dari bidang lainnya Drs. Octo Lampito, M.Pd. selaku Pemred SKH Kedaulatan Rakyat, dan Dini Isnaeni, S.T. selaku Auditor CHSE Tourism Ministry.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, SSos, MM menjelaskan, bahwa kegiatan ini dapat merangsang masyarakat untuk lebih aktif dalam melestarikan dan merawat bangunan WBCB. Selain itu, diharapkan kedepannya kelestarian bangunan-bangunan WBCB dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan minat wisatawan terhadap keunikan warisan budaya di Kota Yogyakarta.

“Pemberian apresiasi ini ditujukan sebagai penghargaan atas upaya dan kerja keras masyarakat untuk melestarikan bangunan Warisan Budaya dan Cagar Budaya,” ungkap Yetti.

Apresiasi pelestarian dan merawat Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB) juga diberikan untuk instituisi atau sebuah lembaga di Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa).

Sehingga dari kegiatan ini, terang Yetti, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya melestarikan bangunan Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB) agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Selain kaya akan adat dan tradisi, Kota Yogyakarta juga memiliki segudang warisan budaya benda khususnya bangunan dan kawasan yang mampu memberikan kesan bagi para wisatawan.

“Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro tentunya memiliki kesan yang berbeda dibandingkan saat mereka berkunjung ke Kotagede. Ini karena citra kawasan yang berhasil kita jaga secara bersama-sama sehingga wisatawan tetap tertarik akan keindahan dan keunikan Kota Yogyakarta,” ujar Yetti.

Dalam kesempatan itu, selain kegiatan berupa penjurian dan pemberian apresiasi, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta juga menayangkan podcast bertajuk ‘Peranserta Masyarakat dalam Upaya Pelestarian WBCB di Kota Yogyakarta’, serta ‘Apresiasi Pemerintah terhadap Pelestarian WBCB di Kota Yogyakarta’. (ted)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here