Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeSeni BudayaDinas Kebudayaan Kota Gelar Pertunjukkan Macapat di Malioboro

Dinas Kebudayaan Kota Gelar Pertunjukkan Macapat di Malioboro

bernasnews.com – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar pertunjukan Macapat di Teras Malioboro, Selasa 28 Juni 2022 pukul 15.30-17.30 WIB.

Aksi kreatif inovatif pertunjukan Macapat yang dikemas dalam format kekinian ini menampilkan seniman muda pelestari budaya. Macapat senja sengaja digelar untuk mempertahankan eksistensi tembang Macapat di kalangan generasi muda sekaligus untuk meramaikan nuansa seni di Malioboro.

Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Ismawati Retno SIP MA mengatakan, event pertunjukkan macapat senja di Malioboro ini menjadi benteng untuk mengimbangi akulturasi budaya, di tengah gempuran budaya modern.

Patung seorang nayaga (penabuh gamelan sebagai identitas topo name Kampung Nagan, di Kecamatan (Kemantren) Kraton, Yogyakarta. Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.com

“Ini merupakan upaya filterisasi dari budaya asing. Tembang macapat memiliki tantangan besar dari arus modernisasi. Keseharian di masa kecil saya, macapat masih sering ditembangkan oleh orang dewasa maupun anak-anak di malam hari. Terkadang ditembangkan oleh orang tua untuk anaknya menjelang tidur. Namun saat ini sudah jarang terjadi dan terancam memudar,” kata Ismawati dalam rilis yang dikirim kepada bernasnews.com.

Dikatakana, Macapat Senja di Malioboro memiliki arti untuk menghidupkan kebiasaan menggunakan budaya lokal sekaligus mendekatkan masyarakat dengan seni tradisi.

Karena itu, pementasan macapat klasik dan kontemporer dikemas lebih segar, sesuai dengan selera kawula muda. Sebanyak 50 pelaku seni yang terlibat adalah generasi muda. Mereka akan menampilkan macapat challenge dan macapat free style tanpa meninggalkan aturan metrum berupa guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan pada tembang macapat.

Akan hadir sebagai narasumber talkshow macapat Muhammad Bagus Febriyanto S.S M.Hum. (Komunitas Jagongan Naskah / Dosen UIN Sunan Kalijaga) dan Rudy Wiratama S.IP MA (Dosen Prodi Sastra Jawa UGM), digawangi oleh moderator Gundhi, S.Sos.

Seniman macapat yang terlibat adalah kelompok anak muda jawara macapat dan seniman macapat muda tamansiswa. Pelaku seni Macapat Challenge: Danang Fitrianto (Marto Paidi), Maria Ratna Anggraini Santoso, Sri Yuwaningtyas Sukma Putri, Anggraini Puspita Imani, Rahmat Edhy Purnomo dan Rizki Nur Hakiki. Macapat Free Style oleh kelompok Mantradisi, pimpinan Paksi Raras Alit. Acara akan dipandu oleh MC Ferian Fembriansyah.

Kepala Bidang Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta Drs Dwi Hana Cahya Sumpena menjelaskan bahwa agenda ini memiliki tujuan untuk melestarikan sastra lokal dalam tembang macapat kepada kalangan muda, sekaligus menghidupkan kembali tradisi ber-macapat dalam keseharian masyarakat, guna membendung masuknya budaya modern yang kurang sesuai dengan nilai-nilai budaya Jawa. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments